Di Tengah Absennya Jokowi, Prabowo-Megawati Bergandengan Tangan di Hari Lahir Pancasila

CAKRADUNIA.CO, JAKARTA – Hari Lahir Pancasila 2026 tidak hanya diwarnai pesan tentang ideologi bangsa, tetapi juga menghadirkan simbol politik yang menarik perhatian publik. Saat Presiden ke-7 RI Joko Widodo tidak terlihat dalam rangkaian acara kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri justru tampil bersama, berjalan bergandengan tangan meninggalkan lokasi upacara.
Gestur sederhana namun penuh simbolisme itu langsung menjadi perhatian publik. Di momentum yang mengusung tema persatuan dan nilai-nilai kebangsaan, keakraban Prabowo dan Megawati dinilai mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ruh Pancasila sekaligus pesan bahwa kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas sekat-sekat politik.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan partainya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo kepada Megawati dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila.
"PDI-P merasa terhormat dan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Ibu Megawati Soekarnoputri," ujar Hasto.
Menurutnya, kehangatan yang diperlihatkan kedua tokoh bangsa tersebut mencerminkan semangat persaudaraan kebangsaan yang sangat dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun geopolitik global.
Hasto menegaskan hubungan antara Megawati dan Prabowo selama ini dibangun di atas komitmen menjaga persatuan nasional dan memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Ibu Megawati dan Presiden Prabowo sama-sama menunjukkan penghormatan satu sama lain sebagai tokoh bangsa yang memiliki tanggung jawab sejarah terhadap masa depan Indonesia," katanya.
Momen kebersamaan itu terjadi setelah Prabowo menyelesaikan upacara dan menyalami para tokoh nasional yang hadir, termasuk Megawati, Jusuf Kalla, dan Ma'ruf Amin. Setelah berbincang santai di ruang belakang mimbar upacara, Megawati terlihat mengulurkan tangan kepada Prabowo.
Awalnya Prabowo sempat mengira dirinya dipersilakan berjalan lebih dulu. Namun ketika menyadari Megawati hendak menggandeng tangannya, Prabowo langsung menyambut uluran tersebut. Keduanya kemudian berjalan berdampingan meninggalkan lokasi acara dengan wajah penuh senyum.
Pemandangan itu mengingatkan publik pada perjalanan panjang hubungan politik keduanya yang pernah berada dalam satu barisan pada Pemilihan Presiden 2009. Kini, di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks, kebersamaan Prabowo dan Megawati kembali memunculkan pesan bahwa dialog, persaudaraan, dan persatuan nasional tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga Indonesia.
Bagi PDI-P, semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antarkomponen bangsa serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik jangka pendek.
Karena itu, momen bergandengan tangan antara Prabowo dan Megawati tidak sekadar menjadi peristiwa seremonial, melainkan simbol bahwa perbedaan politik tidak harus menjadi penghalang untuk membangun kerja sama demi kepentingan bangsa dan negara.[DF]



