Warga Villa Buana Terkurung Banjir Genangan Disusul Listrik Mati

Warga Villa Buana Terkurung Banjir Genangan Disusul Listrik Mati
Banjir genangan kurung warga Komplek Villa Buana Gardenia sejak Jumat siang (8/5) kemarin hingga Sabtu siang ini (9/5). Ist

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Warga komplek Perumahan Villa Buana Gardenia di Lampasi Engking, Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar dari Jumat kemarin hingga Sabtu siang ini (9/5) masih terkurung banjir genangan dan sebagian kawasan listriknya sudah dimatikan.

Bagi warga yang rumah hanya berlantai satu dan terendam sudah mengunggsi ke pesantren yang ada di dekat komplek dan di sana sudah dibuka dapur umum oleh Pemda Aceh dan Aceh Besar.

Baca juga: Banjir Genangan Kepung Banda Aceh dan Aceh Besar

Karena banjir genangan Jumat kemarin sekitar pukul 12.00 WIB sebelum jumatan mencapai satu meter dan hampir menyentuh travo PLN, sebagian kawasan arus listrik terpaksa diputuskan hingga kini warga sudah tidak teraliri listrik hampir 24 jam.

“Kami sudah terkurung sejak Jumat kemarin, air masuk rumah. Orang PLN bilang listrik harus dimatikan karena tinggi air hampir mencapai travo PLN di komplek kami. Baterai Hp mau habis, masak juga ngak bisa,”kata ibu Diah melalui telepon kepada cakradunia.co, Sabtu siang (9/5).

Mobil warga terendam di garasi yang lebih tinggi dari badan jalan di Komplek Villa Buana Gardenia.Ist

Menurutnya, kondisi keluarga mereka mulai terganggu karena air bersih mulai kurang setelah listrik mati. Padahal, dia punya mesin sanyo, namun karena sudah terendam air tidak bisa digunakan lagi. Untung rumahnya lantai dua, sehingga sejak Jumat kemarin tinggal di atas setelah lantai satu rumahnya yang dirancang agak tinggi dari jalan dimasuki mencapai selutut.

Padahal, dia ingin keluar rumah. Namun, mobil sedan yang diparkir didepan garasi juga ikut terendam dan tak bisa digeser karena posisi badan jalan lebih rendah dari garasinya, bila dikeluarkan akan tenggelam lebih dalam.

Banjir genagan di badan jalan didepan rumahnya tingginya mencapai sepunggung orang dewasa bahkan di tempat lain dalam komplek ada juga air mencapai satu meter bahkan lebih.

“Saya mau keluar dengan mobil Avanza yang agak lebih tinggi. Tapi, mobil sedan terpakir di pintu garasi yang sudah terendam air sehingga tidak bisa keluar,”keluhnya.

Banjir genangan di Komplek Villa Buana Gardenia.Ist

Bila ingin mengungsi, dia minta melapor ke SAR agar bisa dijemput dengan perahu karet yang selama dua hari ini disiagkan dikomplek mereka. Selama banjir banyak lintah muncul dalam air genangan tersebut, sehingga ibu-ibu takut turun ke lantai satu.

“Tadi orang SAR datang kasih tahu kalau mau mengungsi lapor ke mereka untuk dibawa ke tempat pengungsian karena di sana sudah ada dapur umum. Bapak-bapak itu bilang banyak lintah, hati-hati buk. Geri juga kalau banyak lintah,”ungkapnya.

Tim SAR dan aparat kemanan dengan menggunakan perahu karet menjemput warga Komplek Villah Buana Gardenia dibawa ke posko pengungsi.Ist

Banjir genangan yang mengurung warga Komplek Villa Buana Gerdania sangat lambat surut, padahal hujan sempat reda. Dari Jumat siang kemarin sampai Sabtu ini, katanya, hanya surut sekitar satu ruas jari saja.

Kondisi tersebut karena saluran pembuangan yang ada sangat kecil, sehingga tidak bisa mengaliri air dengan cepat turun. Sabtu siang ini hujan kembali menguyur kawasan mereka dan dikhawatirkan banjir genangan semakin lama surut.

“Sejak kemarin hingga siang ini air cuma surut satu ruas jari, padahal hujan berhenti. Sekarang sudah hujan lagi, mungkin banjir genangan akan bertambah lagi lagi,”kata Mar warga komplek Villa Buana Gardenia cemas.

  

Banjir genangan dari udara di kawasan Lambeu, Keutapang. Foto/wa/fs

Di kawasan Kecamatan Darul Imarah dan Peukan Bada Aceh Besar banjir genangan selain di Lampasi Engking juga di Garot, Ajun, Rima Keuneurum, Lambeu, Keutapang dan sejumlah desa lainnya mengalami banjir dengan tingkatan yang lebih parah.

Dedi Fathurrahman

  

iklan sesama guru mari berbagi

Komentar

Loading...