Warga Sejumlah Gampong di Aceh Barat Pertanyakan Bantuan Dampak Covid-19

Warga Sejumlah Gampong di Aceh Barat Pertanyakan Bantuan Dampak Covid-19
Warga miskin di Pasir Putih Kecamatan Meureubo, Aceh Barat sedang menumbuk ubi mengantikan nasi karena tidak ada beras. Ilustrasi, gambar direkam Maret 2017. Foto/Portal Fia.

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Hingga pertengahan April 2020 ini, bantuan pemerintah Aceh maupun kabupaten Aceh Barat belum sampai ke gampong-gampong. Padahal, Pemkab Aceh Barat telah menganggarkan dana sebesar Rp 33 milyar untuk program tersebut .

Namun, jangankan bantuan sembako dampak covid-19 untuk semprot desinfektan saja masih dibebankan kepada gampong.

Ketua Forum Persaudaraan Keuchik Sofyan Suri kepada cakradunia.co Rabu malam (15/4/20) mengatakan, belum ada bantuan apapun, cuma baru dapat masker itupun tidak merata dibagikan dan sumber anggarannya dari mana juga belum diketahui.

“Padahal kami dengar anggaran untuk cegah virus corona di Aceh Barat mencapai Rp 33 M. Tapi untuk warga gampong maskerpun tak dapat bantuan, jangan kita bilang bantuan sembako lainnya,” ujar tokoh muda Woyla tersebut penasaran.

Menurtunya, dalam disituasi darurat seperti ini pemda harus berupaya untuk meringankan beban masyarakat, jangan diam saja.

“Jangan sampai wabah corona menjadi lahan proyek para elit di Aceh Barat," katanya.

Untuk itu rakyat bersama dewan Aceh Barat harus mengawasi pengunaan dana covid-19, karena saat ini masalah anggaran tersebut aktif dipertanyakan dalam berbagai diskusi di warung-warung kopi karena belum ada bantuan yang sampai ke tangan masyarakat.

Baca juga: Teuku Riefky Harsya Sekjen Partai Demokrat

Mantan anggota DPRK Aceh Barat, Abdul Kadir dari Kecamatan Kaway XVI, mengaku sampai saat ini belum ada bantuan dampak covid-19 ke warganya, yang terlihat hanya semprot disinfektan dari kecamatan, itupun dibebankan ke dana desa.

Sedangkan tokoh masyarakat kecamatan Meurebo Sofyan alias Keuchik Yan juga mengaku hal yang sama. Menurutnya hingga hari ini, jangankan bantuan banyanganpun belum ada, seharusnya pemerintah berfikir ke arah itu dan jangan hanya pandai berkoar-koar saja.

"Sampai saat ini banyangan bantuan pun tak terlihat, sementara imbas ancaman corona telah berjalan sekian lama. Sayang warga yang terdampak covid-19 selama ini, ekonomi mereka sulit," ujarnya

Sementara dari kecamatan Panton Rheu, Keuchik Gampong Sibintang, Zainal Abidin juga mengaku belum ada bantuan pencegahan dan dampak covid-19 yang masuk kampungnya. Dia berharap bantuan untuk warga ekonomi lemah dapat disalurkan oleh pemerintah, karena kondisi ekonomi sangat terasa berat selama ini. 

Anggaran untuk pencegahan covid-19 di Aceh Barat sebelumnya telah dianggarkan sebanyak Rp 13 milyar, karena persiapan lockdown dicadangkan kembali sebesar Rp 20 milyar, sehingga total biaya cegah corona sebanyak Rp 33 milyar.

Sampai saat ini berapa telah digunakan anggaran tersebut dan kemana saja biaya itu dimanfaatkan, masyarakat Aceh Barat tidak pernah tahu hingga kini masih menunggu disampaikan ke publik itu dan melihat realita bantuan di tengah-tengah masyarakat.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...