Warga Blang Jambe Minta PT Medco Tutup Total Saluran Buangan Limbah ke Sungai

Warga Blang Jambe Minta PT Medco Tutup Total Saluran Buangan Limbah ke Sungai
Sungai Gampong Blang Jambe, Julok, Aceh Timur berubah warna didugaga tercemar limab PT Medco E&P. Foto/Cakradunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk - Keuchik Gampong Blang Jambe Kecamatan Julok, Aceh Timur Dansyah Abdullah minta PT Medco E&P menutup total saluran pembuangan limbah ke sungai, karena air sungai di wilayahnya selama ini telah berubah warna dan diduga sudah tercemar limbah perubahaan minyak tersebut.

Menurut Keuchik Dansyah di gampongnya ada  281 kepala keluarga (KK) dan hampir 50 persen masyarakat menggunakan air sungai untuk kebutuhan mandi, mencuci dan untuk kebutuhan pertanian.

"Air limbah menurut info sebelumnya berada di aliran sungai Gampong Teupin Raya, kini juga sudah mengalir ke sejumlah, termasuk ke sungai kami," ungkapnya kepada media ini, Rabu (28/10/20).

Aliran ini, katanya, mengalir ke tujuh gampong yang ada di wilayah Julok dan ini bukan hanya persoalan Gampong Teupin Raya tapi juga kecamatan Julok, dimana terhubung dengan pembuangan limbah PT Medco.

"Harapan kami, PT Medco segera menutup total pembuangan limbah cair yang mereka hasilkan di buang kealiran sungai. Buat tempat pembuang khusus tidak mencemarkan sungai kami," ungkap Keuchik Dan tegas.

Keuchik Gampong Blang Jambee, Dansyah Abdullah (Tengah) bersama warganya saat meninjau sungai yang berubah warna diduga tercemar limbah PT Medco E & P. Foto/Cakradunia.co/Rachman

Keuchik Dansyah minta tolong kepada perusahaan dan pemerintah agar bertanggungjawab terhadap kondisi yang terjadi selama ini, sehingga warga nyaman dalam memanfaatkan air sungai.

Sejumlah warga yang hadir meninjau air sungai meminta kepada PT Medco, agar limbah cair yang mereka hasilkan jangan dibuang secara liar begitu saja.

"PT Medco harus membuat penampungan limbah tersendiri, jadi tidak merugikan masyarakat seperti kami yang hanya rakyat kecil," kata Ilyas sambil menunjukan warna air sungai yang sudah berubah.

Keuchik kami, tambah Ilyas, untuk kebutuhan air dia menggunakan air sungai, jangan sampai persoalan warna air sungai yang berubah menjadi persoalan buruk dikemudian hari dan bisa merusak kehirupan warga desanya dan desa lainnya.

"Jangan karena kami jauh dari PT Medco kami tidak diperhatikan, sehingga kami dikorbankan," ujarnya berulang-ulang. 

Terkait dugaan pencemaran  limbah cair yang dihasilkan PT Medco E&P, VP Relations & Security Medco E&P Drajat Panjawi meminta agar masyarakat dapat menunggu hasil pemeriksaan yang akan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Timur

"PT Medco E&P Malaka dalam menjalankan operasi selalu mematuhi peraturan dan menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah kerja," ungkapnya dalam rilis yang diterima cakradunia.co, Selasa (27/10).

(Rachman)

Iklan Covid-19 Aceh Timur

Komentar

Loading...