iklan bener Duka Cita Gub - Bambang

Wali Nanggroe Terima Pengurus MaSA

Wali Nanggroe Terima Pengurus MaSA
Wali Nanggroe saat dialog dengan pengurus MaSA di pendoponya, Sabtu sore (6/7/19). Dok/MaSA

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar menerima pengurus Majelis Seniman Aceh (MaSA) di pendoponya yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Aceh Besar, Sabtu sore (6/7/19).

Kehadiran sejumlah pengurus MaSA, diantaranya  Ketua MaSA, Syamsuddin Jalil atau lebih populer disebut Ayah Panton, Zubaidah dan dewan pakar hadir Dr Fuad Mardhatilah, Helmi H disambut hangat Wali Nanggroe yang didampingi Raja Nagan, T Zulkarnain dan sejumlah stafnya.

Wali Nanggroe menyambut baik keinginan MaSA yang ingin menyatukan seniman se-Aceh dalam rangka menyahuti dan mengisi UUPA bidang seni budaya Aceh dalam sebuah wadah yang permanen dan memiliki kekuatan hukum yang kuat.

“Kami menyambut baik keinginan MaSA untuk menyatukan seniman dan budayawan Aceh dalam satu wadah. Bila ada hal-hal yang ingin didukung oleh lembaga Wali Nanggroe tolong dibuat program dan disampaikan secara tertulis kepada kami,”sebut Wali Nanggroe.

Tgk Malik Mahmud sangat senang mendengar ide-ide yang disampaikan oleh Ayah Panton dan Fuad Mardhatillah dalam rangka memperkuat kehadiran Wali Nanggroe di Aceh sebagaimana yang diamanahkan MoU Helsinki.

Wali Nanggroe sangat ingin melihat Aceh akan kembali jaya seperti masa Sulthan Iskandar Muda. Untuk mewujudkan keinginan itu, sebut Wali, harus menjadi kesadaran semua rakyat Aceh – bahwa Aceh pernah besar dan disengani bangsa-bangsa di eropah.

“Lon berharap, tanyoe menyadari bahwa Aceh pernah hebat dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Jino, pakiban tanyoe ta peusaboh kekuatan nyoe untuk ta peukong dan ta beugoh teuma lagee masa kerajaan Aceh dile,”ungkap Wali panjang lebar mengenang kembali masa kejayaan Aceh yang mampu dirunutnya dengan baik.  

 

Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar serius dengar ide-ide Ayah Panton.Dok/MaSA

Ketua MaSA Ayah Panton dalam pertemuan itu mengatakan dalam tahun ini, MaSA akan melakukan sejumlah kegiatan dan akhir tahun 2019 ditutup dengan Kenduri Besar untuk mempeusijuek Nanggroe.

“Nyoe hajatan MaSA, peusijuek Nanggroe tujuan untuk jak tung roh yang ka teu geupak lam karo nanggroe segeulomnyoe. Untuk acaranyan, pereule ta peugot, sehingga roh keutanyoe meusaboh lom untuk tabangun nanggroe indatunyoe,”urai Ayah Panton dengan bahasa Aceh yang kental.

Dr Fuad Mardhatila sangat ingin melihat keberadaan Wali Nanggroe menjadi sebuah lembaga yang di-tua-kan di Aceh, sehingga berbagai persoalan yang muncul antara eksekutif dan legislatif mampu ditengahi oleh lembaga Wali Nanggroe.

“Saya sangat ingin lembaga Wali Nanggroe menjadi lembaga “agung” bagi kepentingan masyarakat Aceh ke depan dalam menata kembali kehidupan yang bermartabat, sehingga Aceh kembali bangkit seperti masa lalu,”urai alumni S3 filsafat dari Kanada ini serius.

Deddi Fathurrahman

Komentar

Loading...