Wak Joy: Selama Covid-19, Bengkel Jadi Penitipan Motor

Wak Joy: Selama Covid-19, Bengkel Jadi Penitipan Motor
Wak Joy, pemilik bengkel saat sedang menservice satu sepeda motor yang ada sejak, Kamis (4/2/21) pagi. Foto/Cakradunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk - Pandemi Covid-19 ternyata berimbas kesegala lini penghidupan masyarakat. Jailani Pemilik bengkel sepeda motor mengatakan setahun sudah Aceh alami Covid-19, imbasnya selain penurunan omzet, bengkel jadi seperti penitipan sepeda motor.

"Selama Corona banyak pemilik sepeda motor yang tidak bisa membiayai perbaikan sepeda motornya, jadi mau tidak mau mereka hanya bisa menitip saja," ucapnya kepada cakradunia.co, (4/2/2021) di bengkel yang berlokasi di jalan Medan-Banda Aceh depan UPTD Puskesmas Simpang Ulim

Menurutnya, pemilik sepeda motor bukannya tidak mau membayar. Tapi, selama pandemi banyak masyarakat yang mengalami permasalahan keuangan sehingga beribas tidak ada biaya memperbaiki kendaraannya.

"Ada 10 unit sepeda motor yang ada di bengkel, akibat kerusakan berat seperti harus bongkar mesin, kelistrikannya mati total dan lain-lain lah. Kan mau tidak mau harus di bengkel, di bawa pulang juga ngak mungkin, di perbaiki alasan pelanggan lagi tidak ada duit untuk perbaiki, akhirnya ya mereka titip saja dulu sambil menunggu ada duit," ucap Wak Joy, begitu nama akrabnya sambil bercanda.

Sejumlah sepeda motor yang sudah lama dititip lama di bengkel Wak Joy karena tak ada biaya rehab. Foto/Cakradunia.co/Rachman

Selama mewabah Covid-19 di kabupaten yang berhastag "Bereh" ini, keuntungan bengkel paling hanya dari ganti oli saja. Untuk servis sepeda motor hampir tidak ada atau jarang tidak seperti sebelum adanya Covid-19 

"Biasanya penghasilan sebelum pandemi sehari omzet bisa sampai Rp 500 ribu, bila sepi  minimal sehari keuntungan ada Rp 200-300 ribu. Tapi, selama pandemi jauh dari angka segitu," ujar Wak Joy saat memperbaiki satu sepeda motor yang ada sejak pagi tadi.

Selain itu, keuntugan tambahan selama pandemi untuk biaya minum kadang didapat dari masyarakat yang menambah angin ban sepeda motornya. 

"Untuk ngopi ya paling dari orang isi angin ban sepeda motor yang di kasih seihklas hati. Tapi, Alhamdulillah masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seadanya" tutupnya pasrah.

Rachman

Komentar

Loading...