Vendor PT Mifa Jelaskan SOP, Dewan Tetap akan Sidak Kapal Batu Bara

Vendor PT Mifa Jelaskan SOP, Dewan Tetap akan Sidak Kapal Batu Bara
Direktur PT.SIG, Amiruddin (kiri) saat menyerahkan dokumen kepada Pimpinan DPRK Aceh Barat yang diterima Wakil Ketua Kamaruddin disaksikan Ketua Samsi Barmi dan Wakil Ketua Ramli SE terkait persentase jumlah tenaga kerja di tongkang dan kapal. Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Meski Vendor Mifa Bersaudara dari PT. Sari Internasional Group (SIG) Meulaboh telah curhat dan menjelaskan secara detail tentang Standar Operasional Presedur (SOP) perusahaan tentang pekerjaan bongkar muat batu bara. Namun, tidak meredakan semangat wakil rakyat menyerukan untuk selamatkan warga Aceh Barat.

Dalam rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRK Aceh Barat bersama vendor PT.Mifa Bersaudara dengan melibatkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Bea Cukai Meulaboh, pihak perusahaan vendor berulangkali memberi penjelasan untuk meyakinkan pimpinan dan anggota dewan di ruang rapat gabungan komisi, Selasa (14/4/20).

Direktur PT Sari Internasional Group (SIG), Amiruddin menjelaskan kepada dewan tentang kondisi pekerja dikapal hari berbeda jauh dengan sebelum muncul wabah corona. Sekarang, katanya, para pekerja terpaksa tidur luar dalam badai, karena tidak boleh masuk kedalam kapal untuk pencegahan covid-19.

"SIG telah melakukan pekerjaan sesuai SOP gugus covid-19, telah mendiri posko kesehatan, pekerja tongkal tidur diluar kapal. Beda dengan kerja dulu, dalam kondisi seperti sekarang kami sedih melihat kondisi mereka," keluh Amiruddin menyakinkan para dewan.

Untuk lebih detail bagaimana kinerja PT.SIG selama ini, Amiruddin minta manager perusahaannya menjelaskan dengan memberi gambaran bagaimana sudah upaya SIG dalam mencegah corona kepada pekerja.

Manager Operasional PT.SIG, Fauzan  menguraikan tentang SOP dihadapan anggota dewan dan insan pers, mulai dari kapal pengangkut batubara berlabuh di laut dengan jarak 10 mil, sebelum bekerja dilakukan pengecekan selama empat jam oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Area Meulaboh.

“Selama covid-19 seluruh pekerja dicek kesehatan secara rutin, meliputi cek suhu tubuh dan disemprot disinfektan serta pekerja luar di isolasi pada sebuah mes,” katanya.

 

Suasana Rapat Dengar Pendapat dengan Vendor PT.Mifa Bersaudara dengan DPRK Aceh Barat, Selasa (14/4/20). Foto/Fitriadilanta

Selain itu, PT SIG, urainya, memperkerjakan 135 orang,  80 persen warga lokal dan 10 persen warga Aceh dan sisanya diluar Aceh serta yang non lokal tinggal di mes. Sedangkan yang dari luar Aceh sementara tidak masuk kerja.

Anggota Dewan A.Yani dari Komisi IV menanyakan bagaimana manajer PT SIG mengatahui pekerja itu bebas virus, karena selama ini banyak Orang Tanpa Gejala (OTG), namun telah mengindap covid-19.

Fauzan mengatakan, SIG telah melakukan pemeriksaan secara keseluruhan, sosial distancing diterapkan juga.

“Jangan berfikir seolah-olah kami bekerja dengan virus,” ujarnya menohok  anggota dewan.

Menanggapi jawaban yang normatif itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, H Kamaruddin,SE mengatakan, tes untuk diketahui positif negatif virus corona perlu dilakukan tes air liur dan butuh waktu.

“Demi warga Aceh Barat, kita mesti memperketat pengawasannya,”sebut Kamaruddin.

Sementara Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Meulaboh, Samsul, untuk melakukan cek kesehatan kapal dan Anak Buah Kapal (ABK) berdasarkan dokumen kesehatan dari negara asalnya, tidak ada yang boleh naik ke kapal tersebut sebelum KKP lakukan cek kesehatan dan menyatakan bebas virus corona.

"Sampai saat ini belum ada lockdown, vaksin corona juga tak ada, dicek berdasarkan sertifikat kesehatan anak buah kapal, untuk tes swab (air liur) dibutuhkan waktu sampai 6-7 hari, guna mengetahui positif atau negatif corona,” ungkapnya

Saat ini kapal antar pulau, tambah Samsul, juga diperlakukan SOP yang sama dengan kapal asing yang masuk ke perairan wilayah Aceh Barat, karena virus tersebut perlu dijaga bersama-sama dengan ketat.

Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli,SE  tidak yakin dengan apa yang di sampaikan vendor PT Mifa, dirinya mengusulkan ke pimpinan agar dilakukan sidak ke kapal, biar semua menjadi jelas. Dewan hanya menjalankan fungsi pengawasannya dengan baik.

Ketua DPRK Aceh Barat, Samsi Barmi diakhir pertemuan meminta kepada vendor PT Mifa Bersaudara memahami fungsi dewan dan tidak curiga seolah-olah dewan ada kepentingan. Dewan sebagai wakil rakyat perlu menyelamatkan warga Aceh Barat dari wabah corona yang sangat mematikan itu.

"Perlu kejujuran semua lembaga, dengan terbuka kita tau dimana kelemahan yang bisa dibantu. Jangan curiga seperti kami dengar dari masyarakat selama ini, dewan hanya menjalankan tugasnya sebagai pengawas semua kegiatan di Aceh Barat," urainya.

Rapat dengar pendapat ditutup oleh pimpinan dewan dengan kesimpulan bersatu melawan corona dan diminta perusahaan di Aceh Barat tidak melakukan diskriminasi terhadap pekerja.

“Pemkab Aceh Barat tidak boleh diskriminasi dalam memberi kesempatan kerja, dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan sidak ke kapal batu bara,” tutup Wakil Ketua Kamaruddin.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...