UTU Menangi Liga II Kompetisi Program MBKM, Raih Insentif Rp 3,6 Milyar

UTU Menangi Liga II Kompetisi Program MBKM, Raih Insentif Rp 3,6 Milyar
Prof Ir Nizam, Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek. Ist

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh  - Universitas Teuku Umar (UTU).Meulaboh, Aceh Barat berhasil memenangi Liga II Kompetisi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan sejumlah prestasi yang telah dicapai UTU, sehingga berhak mendapat dana insentif  Rp 3,6 miliar.

Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Dirjen Dikti) Kemendibudristek Prof Ir Nizam MSc PhD ketika meluncurkan Program Kompetisi Kampus Merdeka Antarprogram Studi di Lingkup Universitas Teuku Umar (UTU), Rabu (9/6/21) siag.

Kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibudristek) mempersiapkan dana Rp 500 miliar bagi PTN lolos seleksi MBKM tahun 2021 ini.

Rektor UTU, Prof Dr Jasman J Ma'ruf MBA, Kamis malam mengatakan, peluncuran program kompetisi tersebut dipusatkan di Aula Gedung Terintegrasi UTU Meulaboh, diikuti oleh sekitar 2.500 peserta secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube.

Dalam kesempatan itu, Prof Nizam yang tersambung melalui Zoom dari Kantor Kemendikbudristek di Jakarta menyampaikan apresiasi atas keberhasilan UTU.

Seiring berhasil memenangi Liga II Kompetisi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diadakan oleh Kemendibudristek pekan lalu. Prof Nizam juga menyampaikan bahwa Kampus UTU menjadi kampus yang sangat terlihat proses pengembangan dan kemajuannya dalam segala aspek tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi Universitas Teuku Umar yang sangat progresif dalam menyambut program Kampus Merdeka ini. Karena berhasil mencapai delapan indikator kinerja utama yang menjadi indikator kinerja dari setiap PTN kita," jelasnya.

Rektor UTUT, Prof Dr Jasman J Ma'ruf

Kemendikbudristek, tambahnya, tidak tinggal diam dan sekadar menginstruksikan saja, tetapi juga mendukung dengan pendaaan. Insentif pendanaan PTN diberikan berdasarkan delapan indikator kinerja utama.

"PTN yang berhasil mencapainya kita berikan insentif sesuai dengan kemampuannya. Kita siapkan sektiar 500 miliar rupiah untuk diberikan sebagai insentif kepada setiap PTN yang lolos kompetisi ini,” jelasnya.

Terkait Program Kedaireka dan Matching Fund, Universitas Teuku Umar yang fokus pada marine dan agro industry bisa melakukan pemberdayaan masyarakat melalui skema kerja sama dengan industri setempat.

"Industri lokal, baik itu industri galangan kapal dan industri perikanan, maupun pertanian untuk pemberdayaan masyarakat atau pengembangan teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh pihak kampus dapat digunakan oleh industri tadi,” pungkas Prof Nizam.

Sebagimana diketahui, Kampus UTU sangat mendorong peran aktif program studi (prodi) mengimplementasikan kebijakan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar (KMMB). 

Untuk itu, UTU akan meluncurkan Kompetisi Kampus Merdeka atau Competitive Fund untuk Prodi di Lingkup Universitas Teuku Umar. Insentif yang disediakan untuk delapan prodi terbaik mencapai Rp 1 miliar.

"Kompetisi ini merupakan bentuk dari akselerasi Kampus Merdeka. untuk mendorong prodi melakukan inovasi agar terjadi pembelajaran 4.0 atau Kampus Merdeka," kata Prof Jasman J Ma'ruf 

Keinginan itu sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, kompetisi ini akan mendorong prodi-prodi melakukan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kompetensi.

Serta menghasilkan lulusan yang relevan dengan perkembangan zaman serta siap untuk memasuki dunia kerja. Melalui program Kompetisi Kampus Merdeka,  Prof Jasman mengharapkan prodi dapat mengakselerasi kualitas dan relevansinya.

Selain itu, Rektor juga mendorong prodi melakukan kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, dunia industri, dan lembaga pendidikan lainnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sehingga memiliki jejaring luas (si)

Komentar

Loading...