Ustadz Rahmat Baequni Ceramah Isra Mi'raj di Mesjid Agung Sultan Bireuen

Ustadz Rahmat Baequni Ceramah Isra Mi'raj di Mesjid Agung Sultan Bireuen
Ustad Rahmat Baeguni saat menyampaikan ceramah di Masjid Agung Bireuen, Rabu (10/3/21).Ist

CAKRADUNIA.CO - Ustadz kondang asal Kota Bandung, Rahmat Baequni mengisi tausyiah memperingati Isra Mi'raj di Mesjid Agung Sultan Kota Bireuen, Rabu (10/3/2021).

Isra Mi’raj yang dihadiri ratusan masyarakat, turut dihadiri Bupati Bireuen, Muzakkar A. Gani.

Bupati Muzakkar mengatakan bahwa Bireuen sebagai kota santri dan penabalan nama ini bukan sekedar label saja, melainkan lahir dari banyaknya jumlah pesantren yang berada di kecamatan dalam Kabupaten Bireuen, sehingga layak mendapat gelar sebagai Kota Santri.

“Oleh sebab itu tentunya dengan nama ini benar-benar harus kita jaga dengan sikap, prilaku dan jati diri sebuah kota santri,” harap Bupati Bireuen Muzakkar A.Gani.

Momentum peringatan Isra Mi’raj, tambah Muzakkar, harus dapat mempertebal keimanan umat Islam untuk menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Ustadz  Rahmat Baequni dalam tausiahnya menyampaikan kisah  tentang peristiwa yang terjadi pada 27 Rajab di tahun ke delapan kenabian.

“Ini merupakan peristiwa perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina, hingga naik ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh dalam satu malam,” jelas ustad dari Bandung ini.

Isra berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem menaiki Buraq. Selama perjalanan, disebutkan Malaikat Jibril sempat mengajak Nabi Muhammad SAW singgah shalat di beberapa tempat antara lain di Tayyibah dan Thursina.

Sedangkan Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi ke Sidratul Muntaha bersama Malaikat Jibril. Selama menapaki langit ketujuh, Rasulullah sempat bertemu dengan beberapa nabi. Rasulullah bertemu Nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa di langit kedua, Nabi Yusuf di langit ketiga, Nabi Idris di langit keempat, Nabi Harun di langit kelima, dan Nabi Musa di langit keenam

Baru kemudian Nabi Muhammad SAW tiba di Sidratul Muntaha yang merupakan langit ketujuh yang bertemu dengan Nabi Ibrahim dan menjadi akhir perjalanan Nabi Muhammad menerima perintah Allah SWT.

"Adapun perintah yang diterima Rasulullah saat itu yaitu berupa perintah shalat 50 waktu dalam satu hari.  Namun Nabi Muhammad SAW meminta keringanan pada Allah sehingga perintah shalat menjadi lima waktu dalam sehari. Sejak saat itulah ummat Muslim harus melakukan shalat wajib lima waktu," jelas ustadz Rahmat Baequni terperinci.

Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Anwar, S.Ag, M.A.P, menyampaiakan bahwa kegiatan Isra Mi’raj terlaksana berkat kerjasama Pemkab Bireuen melalui dinas syariat Islam dengan Yayasan Kita Peduli Berbagi (KPB) dari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, yang sedang melaksanakan roadshow dan safari dakwah di Aceh.

Acara ini dihadiri selain masyarakat juga hadir sejumlah SKPK dan ASN pemkab Bireuen.

Zulkifli

Komentar

Loading...