Uji Kelayakan Calon Ketua Demokrat Aceh Kembali Ditunda

Uji Kelayakan Calon Ketua Demokrat Aceh Kembali Ditunda
Anggota Komisi C saat menggelar rapat penyusunan rekomendasi pada musda DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh di Hotel Kriyad Muraya Banda Aceh, Kamis (23/9/2021) lalu. Ist

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menunda kembali jadwal uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Penundaan ini dilakukan karena salah satu calon, Nova Iriansyah, kurang sehat karena kecelakaan.

Calon ketua PD lainnya adalah Muslim Anggota DPR RI asal Aceh. Mereka ditetapkan dalam musda Partai Demokrat Aceh di Hotel Kriyad Muraya Banda Aceh pada Kamis 23 September 2021. Sedianya, kedua calon ini akan diuji pada 13 Oktober 2021.

Deputi Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat, Jemmy Setiawan, Sabtu (16/10/2021), mengatakan, pihaknya akan mengagendakan ulang jadwal uji kelayakan dan kepatutan setelah Nova sembuh.

"DPP nanti akan mengagendakan jadwal ulang. DPP juga sudah membesuk Pak Nova, kami doakan beliau agar segera pulih dan dapat beraktivitas kembali," kata Jemmy.

DPP sudah menetapkan jadwal uji kelayakan dan kepatutan calon ketua Partai Demokrat Aceh pada 13 Oktober 2021 lalu. Namun, terpaksa ditunda setelah Nova mengalami kecelakaan yang membuat ia dirawat di Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta Pusat.

Seperti kita ketahuai, Nova Iriansyah yang saat ini menjabat Gubernur Aceh harus dilarikan ke RSCM Kencana, Jakarta Pusat untuk mendapatkan perawatan setelah mengalami kecelakaan pada Kamis, 7 Oktober 2021 lalu.

Nova kecelakaan saat melakukan olahraga pagi di seputaran IKEA, Alam Sutera, Tangerang, yang mengakibatkan patah tulang, antara otot paha dan pinggul. 

"Atas kemanusiaan, pimpinan mengambil kebijakan untuk Pak Nova menjalani proses pemulihan dua pekan," ungkap Jemmy.

DPP akan melakukan uji kelayakan calon ketua Partai Demokrat Aceh  oleh Tim 3, masing-masing Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekjen Teuku Riefky Harsya (TRH), serta Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK.(si)


 

Komentar

Loading...