Tuna Netra M Nur Reza: Saya Kembali ke Kampung Ingin Membahagiakan Orang Tua

Tuna Netra M Nur Reza: Saya Kembali ke Kampung Ingin Membahagiakan Orang Tua
Muhammad Nur Reza penyandang disabilitas tuna netra bahagia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Foto/Humas Dinsos Aceh Timur

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk - Tanpa terasa, Muhammad Nur Reza (25) penyandang tuna netra asal Aceh Timur telah selesai mengikuti pelatihan keterampilan di Balai Rehabilitasi TAN MIAT Bekasi, Jawa Barat sejak Januari 2020 lalu yang dibiayai oleh pemerintah.

Setelah enam bulan belajar, warga Dusun Kuta Batee Gampong Aceh, Idi Rayeuk Aceh Timur ini dijemput langsung oleh Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Aceh Timur, Iskandar, S.Kom didampingi TKSK Idi Rayeuk Rahmad di bandara Kuala Namu, Sumatera Utara dan tiba di kediamannya Jumat malam (24/7) sekitar pukul 22.00 WIB.

Sebelum dikembalikan ke Aceh Timur, M Nur Reza sebagai peserta penerima manfaat terlebih dahulu sudah menjalani rapid test serta melalui proses-proses pemeriksaan kesehatan laboratorium Covid-19 dinyatakan bebas corona dan memiliki izin berpergian.

Di Bekasi, Nur Reza belajar ketrampilan mengenai ilmu massage diantaranya, sports massage (pijat kebugaran, Refleksi, Shiatsu) dan Cosmetic Massage (pijat kecantikan) yaitu untuk lulur, creambath, facial.

Sekembali ke kampung halaman dengan ilmu yang dimilikinya, Nur Reza yang selalu optimis dalam hidupnya ingin membangun ekonomi keluarganya di tengah pandemi yang mendera Aceh.

Dia terlahir sebagai anak tukang becak. Namun, Reza tak pernah mengeluh dan pasrah dengan keadaan yang dimilikinya. Kegigihannya dalam berjuang untuk mandiri patut diberikan apresiasi, ia begitu optimis untuk berjuang agar bisa membantu dan membahagiakan kedua orang tuanya yang miskin dengan penghasilan yang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai tukang becak.

“Saya ingin membangun ekonomi keluarga dan bisa membahagiakan kedua orang tua saya,”katanya lirih.

Apa lagi setelah ia mendapatkan pendidikan ketrampilan ia sangat mengharapkan ilmu yang sudah ia dapatkan agar supaya bisa diaplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari demi masa depan.

Reza mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Aceh Timur melalui Dinas Sosial yang telah mengirimkan dia untuk mengikuti pelatihan ketrampilan di Balai Tan Miat, Bekasi.

“Saya berharap Pemkab Aceh Timur mau membantu mewujudkan impian saya ingin membuka usaha praktek pijat netra mandiri. Saya orang miskin tak ada modal dasar, begitu juga dengan orang tua saya yang kondisi ibu saya juga tuna netra. Saya sangat ingin membahagiakan mereka bedua," ujar Reza sambil meneteskan air mata.

Kabid Rehabsos Dinsos Aceh Timur, Iskandar (kanan) didampingi TKSK Idi Rayeuk, Rahmad (kiri) saat menjemput Muhammad Nur Reza (tengah) di bandara Kuala Namu, Jumat siang (24/7/20). Foto/Humas Dinsos Aceh Timur

Kadissos Aceh Timur, Ir. Elfiandi, S.P1 melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, Iskandar, S.Kom menyampaikan terimkasih atas kerjasama dengan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra TANI MIAT, Bekasi yang telah membantu memberikan pelatihan ketrampilan M Nur Reza, semoga kegiatan kerjasama tersebut akan terus berlanjut kedepannya.

Meski kondisi fisiknya cacat, kata Iskandar, Reza memiliki potensi yang perlu diberdayakan. Selain memiliki semangat untuk maju, Nur Reza sangat optimis untuk mengembangkan bakatnya. Diusianya yang masih sangat muda, dia memiliki impian untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

“Dilihat dari segi ekonomi, untuk menunjang keberhasilannya sangat perlu dukungan semua pihak terkait. Ini penting dan kita berharap Pemkab Aceh Timur melalui Dinas Sosial khususnya maupun instansi atau pihak terkait lainnya bisa saling bahu-membahu dalam menangani permasalahan penyandang disabilitas umumnya demi kemajuan Aceh Timur ke masa," Ujarnya

Untuk itu, penyandang disabilitas di Aceh Timur patut mendapatkan kesempatan yang sama dengan masyarakat lainnya dalam upaya mengembangkan dirinya melalui kemandirian sebagai manusia yang bermartabat.

Oleh karena itu, katanya, pemda berkewajiban untuk merealisasikan hak-hak mereka, termasuk menjamin pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam segala aspek kehidupan seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, politik dan pemerintahan, kebudayaan dan kepariwisataan, serta pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi seperti sesuai UU.

Dengan janji Pemkab Aceh Timur ini, impian M Nur Reza untuk membahagiakan ibunya yang juga seorang tuna netra bisa segera terwujud.

 (Rachman)

Komentar

Loading...