Truk Material PLTU Dihadang Massa, 30 Jam Baru Diizinkan Berangkat

Truk Material PLTU Dihadang Massa, 30 Jam Baru Diizinkan Berangkat
Massa melarang alat berat berangkat sebelum ada keputusan. Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Alat berat (truk tronton) untuk angkutan material milik PLTU 3-4 yang diparkir selama ini di Gampong Langung Kecamatan Meureubo, Aceh Barat saat hendak diberangkatkan ke pelabuhan Calang, Minggu (8/12/19) tiba-tiba dihadang massa pencari kerja sampai Selasa dini hari, sekitar 30 jam baru dilepaskan.

Dalam aksi massa berjumlah puluhan orang itu tidak terjadi kerusuhan dan tindakan anarkis lainnya, mereka hanya bertahan dilokasi memantau geraknya angkutan alat berat dan cran milik PT. IOT sebagai pemenang angkutan material untuk pembangunan PLTU 3-4 di kawasan Suak Puntung, Nagan Raya.

Juru bicara aksi yang menamakan diri Mitra Perusahaan Tuah Akfi Utama, Medi kepada media, Senin malam (9/12/19) mengatakan, tujuan masyarakat berkumpul ke area perusahaan pemenang tender angkutan material PLTU 3-4 hanya ingin mendapatkan salah satu pekerjaan dari yang ada, baik bongkar muat ataupun angkutan material.

Meski telah disampaikan dengan baik beberapa kali ke management perusahaan, namun mereka sama sekali tidak menggubrisnya. Malah, semua pekerjaan ingin dilaksanakan sendiri tanpa melibatkan pengusaha lokal. Ini salah satu penyebab reaksi massa hingga menahan angkutan sampai ada solusi bagi pengangguran masyarakat pantai barat.

"Luar biasa, masyarakat bertahan tanpa bayaran, tulus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. Nampaknya, upaya rakyat mendapat dukungan sejumlah pihak, tidak ada kerusuhan dan tindakan anarkis lainnya," jelas Medi.

Herman Wijaya, perwakilan IOT dari PT.Prolog Bumi Indonesia menandatangani kesepakatan kerjasama dengan pengusaha lokal di saksikan peserta aksi. Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

Menurutnya, massa sebenarnya dari tiga kabupaten berjumlah besar, namun yang hadir untuk tahab awal dibatasi, semua pencari kerja bergabung mulai dari perwakilan Aceh Jaya, Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya. Inti persoalannya semua ingin mendapatkan pekerjaan dengan mengandalkan perusahaan lokal, PT.Tuah Akfi Utama yang dipimpin Akrim, Alhamdulillah hasilnya disetujui oleh perusahaan perwakilan IOT dan bisa bekerja di pelabuhan Calang.

Pantauan cakradunia.co sejak Minggu hingga Selasa (10/12/19) dini hari, aksi massa berjalan kontiniunitas tanpa anarkis, hanya sesekali tegang dan terjadi teriakan saat mencari management perusahaan untuk dimintai tanggapan. Tidak terlihat aparat berjaga-jaga, kecuali datang sesekali, namun tidak timbul masalah dengan massa yang berkumpul, sasaran penghadangan utama adalah cran alat bongkar tiang pancang.

Yang membuat kecewa berat masyarakat dibatalkan sepihak hasil rumbukan Minggu malam oleh perusahaan perwakilan IOT tersebut. Janji Senin pagi  bertemu dengan penguasa lokal untuk negosiasi pekerjaan, nyatanya mereka abaikan hingga memanas gerakan massa dalam mencari management perusahaan, Hery diketahui sebagai penanggung jawab pekerjaan.

Senin menjelang tengah malam, akhirnya dilakukan mediasi, perwakilan massa tiga kabupaten hadir, pihak perwakilan perusahaan IOT hadir Herman dan Hery, sempat tegang karena mereka menolak memberikan pekerjaan bongkat muat ke pengusaha lokal. Akibat desakan terus dilakukan lalu mendengar masukan, akhirnya disepakati bongkar muat dilaksanakan oleh PT.Tuah Akfi Utama dibawah pimpinan Akrim. Perjanjian di teken bersama disaksikan peserta aksi.

Setelah disepakati pekerjaan, akhirnya mobil angkutan material diizinkan berangkat ke Calang Selasa pagi  itu juga, sebelumnya sore hari ada tiga unit telah bertolak karena di beck up pihak tertentu, massa bubar dan suasana menjadi kondusif.

Pihak perusahaan perwakilan IOT  PT.Prolig Bumi Indonesia Herman Wijaya  dimintai keterangan terkait aksi massa, dirinya menolak berkomentar.

"Saya koordinasi dulu dengan tim kerja untuk memberi komentar, terimakasih,” katanya sambil mohon pamit.

Fitriadilanta.

Surat Perintah Kerja. Foto/Fitriadilanta

Komentar

Loading...