The Jokowi Center: Presiden Segera Copot Menteri ‘Tidur’ & ‘Ngawur’ Dalam Bekerja

The Jokowi Center: Presiden Segera Copot Menteri ‘Tidur’ & ‘Ngawur’ Dalam Bekerja
Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus.

CAKRADUNIA.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus minta Presiden Jokowi segera mencopot para menteri yang kerjanya ‘tidur’ dan ngawur, sehingga berbagai tugas yang diembangkan kepadanya tidak mampu dilakukan dengan cepat ditengah pandemi covid-19 yang tengah mendera bangsa Indonesia.

Permintaan Teuku Neta pasca diunggahnya video pidato Presiden Joko Widodo pada, Minggu 28 Juni lalu yang disampaikan dalam Ratas pada 18 Juni di Istana Kepresidenan, sehingga sangat wajar untuk segera dilakukan reshuffle kabinet bekerja yang tak becus bekerja.

“Jika pembantu-pembantu Presiden lambat bekerja akan berdampak pada program yang telah ditetapkan Presiden Jokowi. Bahwa pola kerja menteri yang tidak “becus” dan tidak baik akan mempengaruhi target kerja Presiden Jokowi yang akan berakhir jabatannya pada 2024. Saya minta menteri-menteri yang  “tidur dan ngawur” itu harus segera dicopot,” kata Teuku Neta tegas.

Menurutnya, waktu yang diberikan 10 hari kepada menteri-menteri agar terjadi perubahan dalam tindakan, namun tidak terjadi. Padahal, kondisi sekarang lagi diamuk wabah Covid-19 yang perlu tindakan serius dan cepat.

“Setelah 10 hari berlalu bicara tanpa teks, akhirnya Pak Jokowi mengizinkan video Sidang Kabinet Paripurna yang bersifat intern disebarkan kepada publik. Semestinya dalam waktu 10 hari itu, ada perubahan di lapangan sesuai dengan permintaan Pak Jokowi,” kata Teuku Neta,  Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Teuku Neta menyatakan poin yang disampaikan kepada pembantunya yakni dana percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp 75 triliun cepat terealisasikan.  Namun, hingga kini baru sekitar 1,54 persen yang tersalurkan.

Kemudian, katanya, sinergi antara Kementerian Kesehatan dan pemda serta BPJS Kesehatan yang kurang baik, pendataan tenaga medis yang terlihat dalam penanganan pandemi juga tidak  berjalan sesuai skenario bahkan insentif kepada tenaga medis belum disalurkan.

Selanjutnya,  perlu perbaikan terkait data penerima bantuan sosial bahwa pada sektor bisnis, pelaku usaha di sektor mikro kecil, dan menengah diminta segera memperoleh stimulus agar usaha mereka berjalan lancar.

“Dari pernyataan Pak Jokowi, peringatan itu ditujukan kepada Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Apakah, akan ada reshuffle atau rotasi jabatan menteri? Kita tunggu saja karena itu hak prerogatif Presiden,” jelas Teuku Neta.

Teuku Neta sangat memahami kekesalan Jokowi sudah diambang batas. Sudah berkali-kali disampaikan kepada pembantunya dalam musim pandemi Covid-19 harus ada kebijakan yang memperlancar kerja para tenaga medis, pelaku UMKM agar usaha mereka bisa berjalan dalam era wabah bencana non alam ini, dalam situasi “extraordinary” yang sangat kritis ini, perlu ditangani secara luar biasa.

“Jadi, selayaknya menteri yang kerjanya buruk hanya ‘tidur’ dan ‘ngawur’ segera dihentikan, sehingga keinginan Pak Presiden Jokowi untuk mengejar pekerjaan yang menumpuk bisa segera diwujudkan,”kata Teuku Neta berulang-ulang.[df]

iklan Flayer Gub10
Iklan Ducita Habib Qudrat - Golkar
Iklan Covid-19 Gub.1

Komentar

Loading...