Sidang Kasus Video Pemukulan Oleh Bupati Ramli MS

Tgk Janggot: Hayatullah Fajri Memfiting Saya Hingga Sulit Bernafas

Tgk Janggot: Hayatullah Fajri Memfiting Saya Hingga Sulit Bernafas
Fitriadi Lanta (dua kiri) foto bersama penasehat hukumnya, masing-masing Rahmat, S.Sy., C.P.C.L.E., Zulkifli, S.H. dan Pujiaman, S.H.

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Sidang lanjutan kasus dugaan sebaran video pemukulan Ustad Zahidin alias Tgk Janggot oleh Bupati Aceh Barat Ramli MS, Rabu (9/9) menghadirkan tiga saksi menguntungkan terdakwa, Fitriadi Lanta, Ketua Forum KMBSA.

Ke-tiga saksi itu, masing-masing Ustad Zahidin alias Tgk Jenggot, Tgk Abdul Azis dan Azhari.

Teungku Janggot,  merupakan saksi fakta sekaligus korban dari kejadian penganiayaan (pemukulan) yang diduga dilakukan oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS, Selasa sore, 28 Februari 2020.

Dalam keterangannya, pada intinya Tgk Janggot menjelaskan bahwa kejadian penganiayaan terhadap dirinya di Pendopo Bupati Aceh Barat itu benar adanya dan Hayatullah Fajri (ajudan/pelapor) adalah orang yang memfiting Tgk Jenggot hingga sulit bernafas lalu dipukul oleh Ilyas alias om dengan kursi di bagian pinggang dan paha yang hingga sekarang masih berbekas biru.

“Kejadian ini benar dan Hayatullah Fajri itu, memfiting saya hingga sulit bernafas lalu saya dipukul oleh Ilyas alian om dengan kursi dibagian pinggang dan paya,”kata Tengku Janggot tegas.

Sedangkan Tgk Abdul Azis dalam keterangannya menjelaskan bahwa benar kejadian penganiayaan terhadap Tgk Jenggot  dan Hayatullah Fajri benar memfiting Tgk Jenggot. Maka video yang disebarkan oleh Fitriadi Lanta itu benar bukan Hoaks.

Saksi saat kejadian itu berada di TKP yang berjarak dengan Bupati Ramli MS sekitar satu meter dan sekitar satu setengah meter dari Hayatullah Fajri. Saksi mengetahui semua kejadian disana benar adanya bukan hoaks.

“Jadi kejadian itu benar, bukan bohong,”kata Tgk Abdul Azis.

Sementara Azhari, merupakan salah satu anggota group WhatsApp FKMBSA yang menjelaskan tentang sebaran video di group.

Menurut Azhari, Video tersebut tidak hanya di grop FKMBSA dan sudah ada di group-group  lain sebelum ada di group FKMBSA, bahkan di group FKMBSA sudah duluan ada sebelum di bagikan video tersebut oleh Fitriadi Lanta.

Juru Bicara Tim Kuasa Hukum Fitriadi Lanta, Pujiaman, S.H melalui pers rilis kepada media ini, Kamis (10/9) mengatakan, dari  hasil pemeriksaan tiga orang saksi tersebut pada intinya sudah membuat terang bahwa kejadian tersebut benar-benar ada dan bukan hoaks.

Selain itu, penasehat hukum memyimpulkan bahwa dari keterangan ketiga saksi yang dihadirkan ini sudah membantah keterangan saksi Hayatullah Fajri yang dalam keterangan dalam persidangan pertama pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum dibawah sumpah menjelaskan bahwa dia tidak tahu penganiayaan terhadap Tgk Jenggot yang diduga dilakukan oleh Bupati Ramli MS dan saat kejadian dia sedang menghadap ke dinding sambil merokok.

“Maka dalam persidangan ini kami penasehat hukum akan membuat laporan pengaduan ke Polres Aceh Barat terkait dengan pemberian keterangan palsu oleh Hayatullah Fajri di dalam persidangan. Berdasarkan Pasal 242 ayat (2) diancam 9 tahun penjara,”kata Pujiaman tegas.

“Selanjutnya, kami juga akan melaporkan JPU ke Komisi Kejaksaan (Komjak) terkait dengan bukti screenshot palsu yang dihadirkan JPU dalam persidangan,”tambahnya.

Karena berdasarkan keterangan saksi Dedi Suwandi, S.H. pada persidangan pemeriksaan saksi pertama yang dihadirkan JPU, Dedi Suwandi menjelaskan bahwa dia duluan menonton video tersebut, baru kemudian menscreenshot video yang di kirimkan Fitriadi Lanta didalam group WA FKMBSA.

“Artinya bila video tersebut sudah duluan di tonton, maka lambang Download video yang ada kilobyte-nya tidak terlihat lagi. Sedangkan bukti screenshoot yang di hadirkan JPU masih ada lambang Download dan kilobyte-nya,”tutup Pujiaman.[re]

Komentar

Loading...