Teuku Dedi Iskandar: Kami Tak Langgar Etik Jurnalistik

Teuku Dedi Iskandar: Kami Tak Langgar Etik Jurnalistik
Dewan Pers.Ist

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh - Teuku Dedi Iskandar, wartawan Kantor Berita Antara Aceh menyatakan dirinya tidak pernah melanggar kode etik jurnalistik, baik berdasarkan aduan maupun Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers. Pernyataan disampaikan menanggapi pemberitaan - Dewan Pers:Teuku Dedi Iskandar Melanggar Kode Etik Jurnalistik-yang dimuat cakradunia 17 September 2020 lalu.

"Bahwa sebagai wartawan yang lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers, dengan jenjang wartawan muda sebagaimana diterangkan Sertifikat No. 7101-PWI/WDa/DP/III/2014/27/07/85, selama melakukan kegiatan-kegiatan jurnalistik, kami tidak pernah sekalipun berdasarkan aduan atau PPR Dewan Pers manapun dinyatakan melanggar kode etik jurnalistik," tulis Teuku Dedi Iskandar dalam surat elektronik kepada redaksi cakradunia.co, Jumat 25 Desember 2020 pukul 15.53 WIB.

Dalam surat perihal hak jawab itu, Teuku Dedi Iskandar menyatakan berita -Dewan Pers: Teuku Dedi Iskandar Melanggar Kode Etik Jurnalistik- yang dimuat cakradunia, sama sekali tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara etika maupun hukum yang berlaku.

"Berita dimaksud memuat informasi keputusan Dewan Pers Nomor: 33/PPR-DP/IX/2020 tertanggal 16 September 2020 mengenai pengaduan Fitriadi Lanta, dimana tidak memerlukan tafsiran lebih lanjut karena dapat dipahami secara jelas dan nyata. Yang diputus melanggar kode etik jurnalistik bukanlah kami sebagai wartawan," tulis Teuku Dedi Iskandar,  tanpa menyebutkan siapa yang bertanggungjawab atas pemberitaan itu.

Baca juga: Dewan Pers: Teuku Dedi Iskandar Melanggar Kode Etik Jurnalistik

Menurut Teuku Dedi Iskandar, pemberitaan tersebut telah merugikan dirinya dan keluarga yang harus menanggung malu. Tak hanya dikalangan rekan seprofesi wartawan, namun dirinya juga malu kepada sesama pengurus balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), kolega serta masyarakat. Berita tersebut kata Dedi, terkesan benar adanya.

"Bahkan teraniaya pikiran dan terganggu perasaan karena khawatir dapat mempengaruhi karir kami sebagai wartawan atau sebagai pengurus pada balai PWI Kabupaten Aceh Barat," ujar Teuku Dedi Iskandar.

Sesuai PPR Dewan Pers Nomor: 52/PPR-DP/XII/2020, tanggal 18 Desember 2020, kata Dedi pemberitaan cakradunia.co melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik. Pemberitaan juga tidak sesuai butir 2 huruf a dan b, Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/III/2012 tentang Pedoman Pemberitaan Media Siber.

"Untuk itu kami meminta media siber cakradunia.co ke depan agar berhenti melakukan upaya yang dapat menimbulkan kerugian-kerugian serupa maupun kerugian lainnya dengan menyiarkan berita-berita tidak akurat, tidak uji informasi, tidak berimbang dan memuat opini yang menghakimi kami," ujarnya.

Berita ini dimuat redaksi cakradunia.co sesuai rekomendasi PPR Dewan Pers Nomor: 52/PPR-DP/XII/2020. Untuk itu melalui pemuatan berita ini kami redaksi cakradunia.co menyampaikan permintaan maaf baik kepada Teuku Dedi Iskandar dan publik.

[Redaksi]

Komentar

Loading...