Terkait Utang, Istri Akrim Laporkan T Dedi Iskandar ke Polres Aceh Barat

Terkait Utang, Istri Akrim Laporkan T Dedi Iskandar ke Polres Aceh Barat
Pelapor Devi Nurida didampingi suaminya Akrim. Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

Akrim: Saya Tagih Utang, Tak Pukul Dia 

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Devi Nurida, warga Gampong Meunasah Dayah Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya melaporkan T.Dedi Iskandar (wartawan media online), warga  Gampong Seuneubok Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, terkait utang piutang yang telah menahun belum dibayar milik Akrim, suami pelapor.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/II/I/2020/SPKT, Selasa, tanggal, 21 Januari 2020, jam 15.45 WIB, dengan uraian kasus pada hari Senin 06 Februari 2017, sekira pukul 10.00 WIB terlapor menghubungi korban (Akrim) melalui telepon untuk meminta pinjam uang sebanyak Rp 50  juta (lima puluh juta rupiah) dan dijanjikan akan dikembalikan sebulan kemudian.

Masih menurut keterangan laporan polisi yang telah ditanda tangani oleh penerima laporan Bripka Aulia Hendra secara rinci disebutkan uang yang dijanjikan dikembalikan sebulan oleh terlapor, namun sampai saat ini belum juga diserahkan.

Pada akhir 2018 terlapor pernah menjumpai korban dan kembali meminta pinjam uang sebesar Rp 13 juta (tujuh belas juta rupiah), dan uang tersebut juga sampai sekarang belum dilunasi, sehingga korban merasa dirugikan

"Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp.63.000.000.- dan melaporkannya ke SPKT Polres Aceh Barat untuk pengusutan lebih lanjut," terang pelapor.

Usai membuat laporan, Devi Nurida didampingi suaminya Akrim kepada cakradunia.co, Selasa (21/1/20 ) mengatakan, sudah lelah menagih utang pada terlapor, berbagai upaya dilakukan, namun dirinya tidak mau menyelesaikan secara kekeluargaan.

“Sampai ada insiden suami saya ribut di warung kopi orang karena diminta kepada terlapor agar menanda tangani kwitansi untuk bukti tambahan, agar dapat dimediasi aparat penegak hukum supaya masalah tidak lagi berlarut-larut. Namun, terlapor menolak secara menantang korban,”ujarnya

"Langkah terakhir saya laporkan ke polisi biar kejadian sehari sebelumnya di warung kopi El Nino Meulaboh jelas urusan utang bukan terkait berita terlapor selama ini mengenai ancaman wartawan modus.aceh, Aidil Firmansyah," tambahnya

Akrim:Saya Tagih Utang, Tak Pukul Dia

Korban utang, Akrim menambahkan bahwa kejadian di warung El Nino, Senin (20/1/20) murni masalah pribadi dengan T.Dedi Iskandar, wartawan media online yang bertugas di Meulaboh.

“Bukan urusan dengan profesi, mohon ini harus diperjelas jangan digiring ke kata hati kawan-kawan media. Saya hanya minta teken kwitansi bukan memukulnya apalagi mengkeroyok, ada saksi langsung Kabag Humas Polres Aceh Barat di lokasi kejadian. Jadi ini harus diperjelas," tegas Akrim.

Sementara itu terlapor T.Dedi Iskandar dihubungi cakradunia.co via handphone miliknya, namun gagal kemudian pewarta mengirim pesan SMS pada pukul 18.33 WIB, laporan pesan diterima. Namun sampai berita ini ditayang belum mendapat jawaban terkait konfirmasi apa benar dirinya berutang pada Akrim.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...