Terkait Stiker BBM Bersubsidi, Nasri Saputra: Pemerintah Aceh Tidak Nalar

Terkait Stiker BBM Bersubsidi, Nasri Saputra: Pemerintah Aceh Tidak Nalar
Stiker BBM Bersubsidi, banyak yang belum tepat sasaran.Ist

CAKRADUNIA.CO, Calang – Tokoh muda Aceh Jaya, Nasri Saputra menilai Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor : 504/9186 Tahun 2020 tentang stiker BBM Bersubsidi sebuah kekonyolan Pemerintah Aceh secara logika, terkesan Pemerintah Aceh tidak memiliki nalar.

Polistisi muda ini, berharap DPRA hendaknya mengajak Pemerintah Aceh untuk meninjau kembali kebijakan tersebut, serta mengajak Pemerintah Aceh dalam melahirkan kebijakan, memiliki nalar dan pertimbangan logika.

"Logikanya dimana, syarat mendapat BBM (Premium/Solar) Bersubsidi salah satunya adalah masyarakat kurang mampu (miskin). Apakah mereka yang sedang bereforia memiliki mobil mewah, mondar sana - modar sini meski negeri ini dalam keadaan darurat pademi, yang disebut miskin dinegeri kita? Padahal logika kita berkata orang miskin tidak mampu membeli mobil. Aceh Hebat kehilangan logika, jadi hebatnya dimana?," tanya pria yang pernah maju sebagai Cabup Aceh Jaya 2017 jalur perseorangan heran.

Selain itu, tambahnya, bunyi kata-kata di stiker yang ditempel dimobil - mobil orang miskin di Aceh itu, tidak sedikitpun mencerminkan sikap Pemerintahan Aceh yang berkarakter dan profesional, bahkan terkesan kurang memiliki etika dan estetika.

"Aceh kehilangan ahli bahasa, maka jangan heran ketika Aceh kehilangan kendali, Aceh juga akan kehilangan marwahnya", kata Nasri.

Terkait SE Gub Aceh No : 505/9186 Tahun 2020, Nasri, sebagai pemuda dan masyarakat Aceh sangat menyayangkan dan mensesalkan pemasangan stiker dimobil - mobil mewah, bahkan mobil milik perusahaan swasta, sehingga mereka bisa lebih leluarsa memburu BBM bersubsidi dengan memanfaatkan adanya kebijakan ini.

"Belum ada stiker saja BBM sering tidak tersedia, lahir lagi kebijakan ingin mencari sebuah sensasi, se akan-akan Visi Misi Aceh Hebat hampir semua sisi sudah tercapai," urai pria akrab dikenal Poen Che'k.

Terakhir Nasri, meminta semua pihak, instansi terkait dan aparat hukum untuk memperketat pengawasan, dan mengecilkan ruang penyalahagunaan BBM Bersubsidi, sehingga angaran BBM Bersubsidi benar - benar dimanfaatkan oleh mereka yang diperuntukkan.

"Kita sangat berharap ruang penyalahgunaan BBM bersubsidi di Aceh betul-betul dipersempit, Beek Lahee mafia BBM di tanoh aulia," tutup Nasri geram.[df]

Komentar

Loading...