iklan bener Duka Cita Gub - Bambang

Terkait Padang Seurahet, Tuha Peut: Tak Ada Sangkut Paut Sama Bupati

Terkait Padang Seurahet, Tuha Peut: Tak Ada Sangkut Paut Sama Bupati
Indra Jeumpa, Tuha Peut Gampong Padang Seurahet

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh- Menyikapi berita yang ditayangkan cakradunia.co, Senin (18/11) tentang ‘Pj Keuchik Asal Tunjuk Bupati, Rugikan Warga Gampong’, Tuha Peut Gampong Padang Seurahet Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat ingin menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya kepada publik. 

Untuk itu, salah seorang anggota Tuha Peut Gampong Padang Seurahet, Indra Jeumpa menghubungi khusus cakradunia.co, Rabu siang (20/11/19) untuk mengklarifikasinya.

Menurut Indra Jeumpa, Tuha Peut  mengharapkan secepatnya turun tim Inspektorat Aceh Barat untuk melakukan pemeriksaan anggaran Gampong Padang Seurahet dari tahun 2018 dan 2019, agar masyarakat tidak saling fitnah dan timbul kegaduhan di gampong.

“Pada saat penggantian pjs keuchik lama kepada keuchik baru, tidak ada serahterima aset. Saat itu yang ada diserahkan oleh pjs keuchik lama hanya kunci sepeda motor dan satu buah stempel. Sementara lainnya tidak ada,”kata Indra tegas.

Sementara penunjukan Pj keuchik, sebut Indra, prosesnya berdasarkan musyawarah gampong berdasarkan Qanun nomor 4 tahun 2019, sehingga tidak ada sangkut pautnya sama bupati.

"Kami sangat menyayangkan pernyataan saudara Abeng Helizar, seharusnya sebelum berbicara di media bertanya dulu pada Tuha Peut, apa yang sedang terjadi agar tidak bertambah keruh suasana gampong, apalagi sampai menyalahkan bupati," ungkapnya.

Persoalan terlambat laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuchik hingga terkendala penarikan anggaran tahap tiga, bukan persoalan keuchik tidak faham, tapi kaur dan bendahara sudah jarang masuk kantor.

“Saat dipanggil Tuha Peut, bendahara juga tak dapat memperlihatkan pertanggungjawaban kerjanya. Jadi bagaimana,” ungkap Indra menjelaskan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan camat, pihak kecamatan merekomendasikan jika tidak dapat lagi bekerjasama, maka pj keuchik dapat menggantikan Kepala Urusan (Kaur) dan bendahara yang baru. Karena data keuangan dari bendahara lama tidak diberikan ke Pj keuchik, bahkan username komputer juga tak diberikan sehingga aparatur gampong yang baru tak dapat mengakses dan melaksanakan program lanjutan.

Abenk Helizar, kata Indra,  seharusnya bertanya dulu dan tidak asal bicara. Selain itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampang (DPMG), juga tidak pernah menyatakan ke Tuha Peut bahwa data tersebut akan disampaikan ke media.

“Angka yang disampaikan oleh kadis DPMG itu salah. Angkanya yang benar Rp 279 juta dan anggaran tersebut belum digunakan. Jadi, jangan asal hembus ke media,” tutup Indra.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...