Terkait Kerugian Petani Akibat PT Medco, Ini Kata Keuchik M Nur

Terkait Kerugian Petani Akibat PT Medco, Ini Kata Keuchik M Nur
Sawah petani warga Gampong Mane Rampak terendam banjir efek program sumur minyak dan gas PT Medco E&P Malaka. Foto/cakradunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Keuchik Gampong Manee Rampak, Muhammad Nur, membenarkan bahwa puluhan petani kali ini mengalami penurunan hasil panen secara drastis dan sebagaian lagi gagal panen akibat sedimentasi dari lapangan Sumur Minyak dan Gas AR-1, Alur Rambong PT. Medco E&P Malaka Blok A di Gampong Mane Rampak, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Kamis. (8/4/21)

“Rabu kemarin (7/4) sore salah satu humas PT Medco menghubungi saya sekitar pukul 17.00 WIB, mengatakan bahwa ada komfirmasi dari wartawan ke mereka terkait masalah genangan air di sawah gampong Manee Rampak, akibat tanah dari PT Medco turun ke saluran air,” ungkap Keuchik M. Nur saat ditemui di warung kopi gampong setempat. 

Menurut keterangan Keuchik Muhammad Nur bahwa pihak PT Medco terkait sedimentasi tersebut akan segera dilakukan pekerjaan oleh mereka. 

"Mungkin dikerjakan dalam minggu didepan ini," ujarnya mengulang kata pihak Medco. 

Keuchik Muhammad Nur

Keuchik M. Nur juga menjelaskan bahwa pada tanggal 22 Januari 2021 telah membuat surat permohonan secara resmi terhadap keluhan para petani dan pada 14 Maret 2021 melalui pesan WhatsApp kepada salah satu peabat PT Medco menanyakan ulang hal tersebut, dan komunikasi terakhir, Rabu kemarin.

"Pada awal dulu juga sudah ada pihak PT Medco yang kelokasi, kalau tidak salah ditanggal 27 Januari 2021 untuk  melihat langsung apa yang terjadi pada pertanian warga. Saat itu masih belum panen, kepada kami disini mereka berjanji akan segera memperbaiki baik secara manual," ujarnya

Lebih Lanjut, saat mereka menanyai terkait pengerukan secara manual, mereka juga meminta untuk dibuatkan rinci, M Nur menjawab terserah perusahaan. Karena desa juga berfikir seberapa besar kemampuan perusahaan biar tidak terganggu.

“Perusahaan harus jalan, kita masyarakat juga harus jalan bertani.  Jangan sampai perusahaan jalan masyarakat gagal panen seperti ini,” tambahnya

Keuchik M Nur juga mengungkapkan keheranannya, baru setelah ada konfirmasi dari wartawan kepada pihak PT Medco, mereka menghubunginya.

“Baru Rabu kemarin, mereka menghubungi saya dan bisa ditanyakan ke Tgk Imum, beliau pas sedang bersama saya,” ujarnya 

Surat usulan dalam pekerjaan.

Mengenai usulan saluran sawah yang dangkal akibat erosi dari lokasi Alur Rambong I, setelah ditinjau bersama masyarakat dan kami ukur panjangnya sekitar 135 meter. Setelah di ukur atas pertimbangannya, sesuai instruksi mengenai harga normalisasi (penggaliannya) masyarakat mohon Rp. 65.000 per meter..

Sementara itu, saat ditanya terkait permintaan masyarakat yang harus diganti rugi terhadap hasil panen yang turun drastis dan gagal panen efek dari PT. Medco. Keuchik M. Nur mengatakan bahwa hal tersebut belum ada pembicaraaan dari petani, jika nanti ada desa akan coba menghubungi pihak PT. Medco.

“Waktu Pak Jol ke lokasi yang dituntut petani itu agar endapan tanahnya segera ditangani dan saat itu, belum masuk musim panen sehingga petani juga belum mengetahui hasil panennya. Sekarangkan sudah jelas bahwa petani mengalami kerugian akibat erosi tanah di lapangan Alur Rambong I,” ungkapnya tegas

Keuchik juga menjelaskan setelah senin kemarin diadakan acara khanduri blang (sawah), sehingga dalam waktu dekat ini, petani akan segera membajak sawah mereka kembali. Menurutnya, jangan sampai akibat belum diperbaikinya aliran tersebut merugikan kembali petani dan saya yakin itu akan menimbulkan amarah yang lebih besar lagi.

Rachman 

Komentar

Loading...