Terkait Kasus Sebaran Vedio Tgk Janggot, Kuasa Hukum: JPU Hadirkan Ahli atau Peneliti Bahasa?

Terkait Kasus Sebaran Vedio Tgk Janggot, Kuasa Hukum: JPU Hadirkan Ahli atau Peneliti Bahasa?
Pujiaman SH, Jubir kuasa hukum Fitriadi Lanta

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Terkait kasus dugaan sebaran vedio pemukulan Zahidin alias Tgk Janggot oleh Bupati Ramli MS,  kuasa hukum Fitriadilanta heran dan mempertanyakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menghadirkan ahli bahasa dari Balai Bahasa Banda Aceh dalam persidangan Fitriadi Lanta, Rabu (26/8/2020).

“Yang dihadirkan JPU itu, ahli bahasa atau seorang peneliti bahasa?”tanya jubir kuasa hukum Fitriadi Lanta, Pujiaman, SH sebagaimana pers rilis yang dikirimkan ke cakradunia.co, Minggu (30/8) malam.

Pasalnya pertanyaan yang ditanyakan oleh tim kuasa hukum Fitriadi Lanta sangat tidak memperlihatkan keahliannya dalam memberikan keterangan sebagai ahli. Malah, cendrung meminta waktu 15 jam untuk menjelaskan pertanyaan yang diajukan oleh tim kuasa Hukum Fitriadi Lanta.

"Misal, pertanyaan yang diajukan rekan kita seperti yang dituangkan dalam Dakwaan JPU. Fitriadi Lanta dengan sengaja menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat."  Pertama, ahli bahasa itu mengatakan bahwa pernyataan itu mengandung makna celaan.

Namun, sekitar lebih kurang 5 menit, kata Pujiaman, setelah menjawab beberapa pertanyataan dari tim kuasa hukum lainnya, malah ahli bahasa meralat kembali pernyataannya terkait dengan pertanyaan "Fitriadi Lanta dengan sengaja menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat," mengandung unsur celaan.

“Dengan dalih bahwa dia salah jawab tadi,”sebut Pujiaman  heran.

Artinya, bila ahli menyatakan salah salah dan/atau benar, berarti berdasarkan keahliannya ahli sudah memahami teks kalimat tersebut. Kalau tidak, bagaimana dia tahu pernyataan yang dia jawab salah. Bagaimana dia tahu bahwa makna teks kalimat yang sebelumnya dikatakan mengandung celaan kemudian salah.

Selain itu, kata Pujiaman, ahli itu juga berdalih harus meneliti dulu, karena menurutnya untuk memberikan keterangan di BAP saja dia diperiksa 15 Jam.

Padahal sebelumnya, ketika menjelaskan teks kalimat "Detik-detik Tgk Janggot dipukul  Bupati Ramli MS dan Ajudannya saat menagih hutang dipendopo Bupati Aceh Barat Selasa sore (18/2/20), utang ditagih dipukul penagihnya. Gawat Ramli" ahli mengatakan bahwa itu sudah mengandung celaan. Terbukti atau tidaknya itu kontek lain.

Menurut Pujiaman, bila ahli bahasa yang dihadirkan persidangan oleh JPU harus meneliti terlebih dahulu setiap pertanyaan kuasa hukum, kami pikir ini keahlian ahli patut pertanyakan.

“Tidak mungkinlah ahli hanya menjelaskan hanya satu teks ini saja ‘Fitriadi Lanta dengan sengaja menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat’ lalu tidak untuk teks kalimat lain (butuh 15 jam). Rasanya ini aneh sekali. Maka, wajar kami pertanyakan keahliannya sebagai ‘ahli bahasa’ yang dihadirkan JPU,”urai Pujiaman.

Padahal dalam Pasal 186 KUHAP keterangan ‘Ahli’ adalah keterangan yang disampaikan dalam persidangan.

Begitu juga dengan definisi yang dijelaskan oleh ahli terkait makna kata ajudan bupati. Menurut ahli, kata 'ajudan bupati' adalah orang yang membantu bupati (pembantu bupati). Itu makna dalam kamus bahasa Indonesia katanya..[re]

Komentar

Loading...