Terkait Dugaan Pecemaran Limbah, PT Medco: Kami Berkoodinasi dengan Pemerintah

Terkait Dugaan Pecemaran Limbah, PT Medco: Kami Berkoodinasi dengan Pemerintah
Warga saat memblokir akses jalan ke PT Medco dikawal polisi, Senin (26/10).

CAKRADUNIA.CO Idi Rayeuk- Terkait dugaan pencemaran limbah perusahaan yang diprotes oleh warga dengan memblokir akses jalan menuju perusahaan, managemen PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) mengatakan pihaknya dalam menjalankan operasional selalu mematuhi peraturan dan menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah kerja. 

“Managemen PT Medco E&P dalam menjalankan tugas selalu bekerja sama dan berkoordinasi dengan aparat pemerintah pusat dan daerah, diantaranya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur,”kata VP Relations & Security Medco E&P, Drajat Panjawi dalam bentuk pers rilis kepada media ini, Selasa (27/10/20).

Terkait dugaan kondisi air sungai yang melewati Desa Teupin Raya tercemar limbah, katanya, Medco E&P telah bekerja sama dengan lembaga independen, Institut Pertanian Bogor untuk memonitor lingkungan sekitar wilayah operasi secara berkala sesuai yang diwajibkan dalam dokumen lingkungan. 

"Hasil pemantauan terakhir, semua parameter lingkungan telah memenuhi baku mutu. Perusahaan juga telah berkoordinasi dengan DLH Aceh Timur untuk mengambil sampel air sungai tersebut,"ujarnya.

Untuk itu, VP Relations & Security Medco E&P Drajat Panjawi berharap agar masyarakat dapat menunggu hasil Pemeriksaan yang akan dilakukan DLH.

Perusahaan, tambahnya, berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar wilayah operasi atas dukungannya selama ini sehingga seluruh kegiatan operasi berjalan aman dan lancar.

Sebelumnya, masyarakat Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Aceh Timur, kembali memblokir akses jalan PT Medco E&P Malaka. Pada Senin,( 26/10) dari pukul 09:10 hingga 14:30 WIB. 

Pemblokiran jalan tersebut dilakukan masyarakat atas dugaan pencemaran limbah cair PT. Medco melalui aliran sungai yang mengakibatkan berubahnya warna air sungai sehingga tidak bisa dimamfaatkan oleh masyarakat.

Tgk. Muhammad Nur, selaku yang mewakili warga mengungkapkan kekecewaannya kepada manajemen PT Medco yang secara terus menerus tidak mengakomodir permintaan masyarakat agar tidak terjadinya pencemaran limbah cair di aliran sungai, karena sangat mengganggu kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

(Rachman/Re)

Komentar

Loading...