Tati Meutia Asmara Pimpin PW IPEMI Aceh

Tati Meutia Asmara Pimpin PW IPEMI Aceh
Ketua PW IPEMI Aceh, Tati Mutia Asmara

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Tati Meutia Asmara, S.KH.,M.Si dilantik sebagai Ketua PW IPEMI Aceh bersama Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Aceh periode 2021-2026 oleh Ketua Umum DPP IPEMI, Ingrid Kansil, S.sos secara daring yang dipusatkan  di Hotel Kryad, Banda Aceh, Sabtu (5/5/2021).

Pelantikan ini disaksikan secara virtual oleh seluruh pengurus IPEMI Aceh, dalam negeri maupun di luar negeri.

Ketua Umum DPP IPEMI, Ingrid Kansil, S.Sos mengatakan, pelantikan IPEMI Aceh semakin memperkuat eksistensi IPEMI, dengan harapan terus mendapatkan dukungan dari Pembina IPEMI Aceh dan perlu bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan berbagai program IPEMI yang  telah diamanahkan dalam muktamar.

UMKM katanya merupakan kunci pemulihan ekonomi di Indonesia, jadi terus bersemangat untuk melakukan inovasi sehingga melahirkan produk-produk daerahnya masing-masing yang inovatif dan kreatif.

"Saya yakin pertumbuhan ekonomi Aceh akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, banyak produk kerajinan yang diproduksi oleh IPEMI Aceh. Seperti tas bordir Aceh, batik Aceh dan sebagainya. Saya bangga sekali memakai produk khas Aceh," ujarnya.

Akibat pandemi Covid-19 khususnya bagi pelaku usaha dan UMKM sangat berdampak dari sisi suplay dan demand yang disebabkan perbatasan interaksi fisik.

"Saya yakin IPEMI Indonesia tetap semangat dan mampu beradaptasi dan bertransformasi, karena UMKM mendominasi populasi jumlah pengusaha di negara kita sebanyak 90 %. Insya Allah jika terus semangat dan berinovasi menggali potensi daerah masing-masing ,kita bisa melakukan survive," tuturnya. 

Pengurus IPEMI Aceh saat dilantik secara virtual di Kyriad Muraya Hotel Banda Aeh, Sabtu (5/6/21). Ist

Tati Meutia Asmara, S.KH.,M.Si diamanahkan sebagai Ketua PW IPEMI Aceh periode 2021-2026. Pelantikan dirangkai dengan pembacaan ikrar dipandu oleh Ketua Umum DPP IPEMI, pemasangan PIN dan penyerahan bendera pataka secara simbolis dari Ketua Umum kepada Ketua PW IPEMI Aceh.

Ketua PW IPEMI Aceh, Tati Meutia Asmara mengatakan, secara keorganisasian IPEMI Aceh optimis akan menjadi sebuah organisasi yang mampu mengembangkan wirasusaha muslimah dan mencerdaskan serta melakukan pemberdayaan ekonomi di Aceh. 

Ia melihat, di usia IPEMI ya ke-6 tahun dan masih pemula, diharapkan amanah dan tanggungjawabnya menjadi PR besar bagi pihaknya untuk berpacu untuk segera diwujudkan agar organisasi ini menjadi lebih baik.

"Saya yakin dengan kerja sama semua pihak, kita akan berusaha agar visi-misi yang ingin dicapai bisa diwujudkan, sehingga insya Allah IPEMI terus ada sampai di grass root dan bukan hanya berada pada tataran wilayah saja," katanya.

Survive di tengah Pandemi

Menurut Tati, pelaku UMKM hari ini yang masih bertahan (survive) ditengah pandemi, terbukti banyak para pengusaha muslimah, walau memang harus diakui ada pergeseran model usaha terjadi. Jika dulu tidak menggunakan layanan digitalisasi, akan tetapi hari ini pengusaha tersebut dituntut harus mampu memanfaatkan kemampuan digitalisasi bagi usahanya, karena pandemi yang membatasi jarak atau interaksi antara penjual dan pembeli.

"Ini juga bisa dicover dengan pola-pola pengembangan usaha UMKM berbasis home industri yang menggunakan fasilitas digital," ujarnya.

Ia berharap, para perempuan juga harus menjadi penopang perekonomian keluarga, sehingga Aceh masih bisa survive untuk berwirausaha ditengah pandemi.

Sementara itu, Pembina IPEMI Aceh, Dr.Ir. Dyah Erti Idawati, MT mengatakan, dirinya terus memberikan dukungan dan support penuh kepada IPEMI Aceh.

Dyah merasa bangga dan senang dengan keberadaan organisasi IPEMI yang bertujuan melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya para muslimah yang baru merintis karir. Ia berharap, semoga IPEMI mampu ikut berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi para pengusaha muslimah.

Oleh karena itu, dirinya juga yakin IPEMI juga mampu mewujudkan visi menjadi organisasi pengusaha muslimah terbesar di Inonesia dan kehadiran IPEMI akan sangat membantu Pemerintah Aceh dalam upaya membangkitkan gairah dunia usaha.

"Kita tahu Pemerintah Aceh melalui visi Aceh Hebat yang salah satu program prioritasnya Aceh Kreatif dimana ini mendorong industri yang sesuai dengan potensi sumber daya daerah. Program ini juga dilaksanakan melalui penyediaan sentra produksi yang berbasis potensi sumber daya lokal dan berorientasi pada pasar lokal," tuturnya.

Kegiatan ini turut dihadiri, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Disperindag, BKOW, IWAPI,IKAWAPI GenPro, IKABOGA dan organisasi wanita lainnya.[r]

Komentar

Loading...