Tanah SMKN 1 Simpang Ulim Diisukan Hak Milik Orang

Tanah SMKN 1 Simpang Ulim Diisukan Hak Milik Orang
Pimpinan SMK N 1 Simpang Ulim saat rapat bersama perangkat gampong dan warga Gampong Matang Kumbang dengan empat tokoh pendiri SMK, Rabu (9/9). Foto/cakradunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk – Tanah Milik SMK Negeri 1 Simpang Ulim, Aceh Timur diisukan hak milik orang lain.Untuk meluruskan isu miring tersebut, sekolah bersama pendiri dan tokoh masyarakat melakukan rapat di mushalla Gampong Matang Kumbang , Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur. Rabu (9/9/2020) 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMKN 1 Simpang Ulim Razali S.ST mengatakan rapat ini agar isu yang beredar dimasyarakat terkait kepemilikan lahan SMK Simpang Ulim yang di anggap bukan milik sekolah dan sudah diperjualbelikan kepada pihak lain.

"Rapat ini sebagai keinginan pihak sekolah untuk bisa menata asetnya kembali agar tidak terjadi permasalahan yang lebih kompleks dikemudian hari, dimana sebagian masyarakat mengklaim bahwa batas lahan sekolah hanya sampai pagar sekolah, padahal diluar itu aset sekolah ada sawah dan jalan," ungkap Razali.

“Menurut bukti sertifikat kepemilikan tanah yang kita miliki luas lahan SMK Simpang Ulim sekitar 5 ha,” Ia menjelaskan

“Untuk memastikan luas aset tanah yang dimiliki oleh SMK Simpang Ulim, keputusan pihak sekolah akan melakukan pengukuran luas tanah yang dimiliki oleh pihak sekolah agar persoalan kepemilikan aset tanah tidak berlarut-larut dikemudian hari,” Ia menambahkan.

 

Plt SMK N 1 Simpang Ulim Razali S.ST. PI (baju putih) bersama Keuchik Gampong Matang Kumbang, Saiful (batik)  saat menunjukkan salinan sertifikat tanah kepada Kepala Dusun M. Nasir. Foto/cakradunia.co/Rachman

Salah satu tokoh pendiri SMK Simpang Ulim, Tgk Muhammad Saleh yang diundang pihak sekolah untuk ikut dalam rapat membenarkan keabsahan kepemilikan sertifikat tanah yang dimiliki oleh pihak sekolah.

“Sertifikat tanah yang dmiliki oleh SMK Simpang Ulim itu sangat benar, apalagi dulu saat pak Azman Bupati Aceh Timur dan membuka SMK Simpang Ulim ini berawal sejak tahun 2005 dan di tahun 2008 dibuka untuk angkatan pertama, sertifikat aslinya sama saya,” Tgk Saleh menceritakan

“Namun, dikemudian hari pihak aset pemerintah kabupaten Aceh Timur meminta sertifikat asli tersebut,” ungkapnya 

Tgk Saleh juga menceritakan bahwa sejak tahun 2006 tanah milik sekolah itu dipergunakan oleh sebagian warga untuk bersawah dan bercocok tanam sampai saat ini, meski menurut cerita ada warga yang membayar sewa kepada sekolah melalui keuchik Gampong Matang Kumbang

Sebagai salah seorang pendiri sekolah, ia berharap agar masyarakat yang sebelumnya mengelola lahan tersebut kedepannya tidak perlu meminta ganti rugi, dan pihak smk juga tidak menuntut kerugian kepada pihak pengelola sebelumnya.

Sementara itu, pihak gampong yang diwakili oleh Keuchik Gampong Matang Kumbang, Saiful membenarkan tanah yang saat ini dikelola oleh sebagian warganya itu milik SMK Simpang Ulim.

“Sebagai  perwakilan masyarakat saya tidak bisa mempertahankan hak yang bukan hak gampong. Apalagi SMK Simpang Ulim saat ini telah menunjukkan salinan sertifikat tanah dan pihak Sekolah ingin menata ulang aset tanah yang dimiliki" ungkap Keuchik

“Hari ini diminta oleh sekolah untuk dikelola sendiri dan kami tidak bisa menuntut agar warga saya yang kelola, dan kedepannya pihak SMK akan melakukan pengukuran ulang, ” jelasnya

Keuchik juga menjelaskan kepada warganya yang menjadi pengelola untuk tidak kembali mengelola lahan milik sekolah sampai aset tanah tersebut selesai dilakukan penataan oleh pihak sekolah.

Pada rapat tersebut dihadiri oleh 4 tokoh pendiri SMK N 1 Simpang Ulim, masing-masing Tgk. Muhammad Saleh, Tgk. H. Mukhtar, Tgk. Safri. H. Munzilin, Komite Sekolah Razali, Sekertaris Gampong, Safari, Kepala Dusun M. Nasir dan anggota Tuha Peut Hasan Basri

Rachman

 

Komentar

Loading...