Tambah 54 Kasus Baru, Total Covid-19 Aceh 537 Positif

Tambah 54 Kasus Baru, Total Covid-19 Aceh 537 Positif
Ilustrasi. Pixabay/Avtar

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Tambah 54 kasus baru, total covid-19 Aceh 537 positif. Dari jumlah itu, 141 dinyatakan sembuh dan 19 meninggal dunia.

Jubir Covid-19 Saifullah Abdulgani (SAG) melaporkan hari ini dari 54 kasus baru, masing-masing, 29 orang warga Kabupaten Aceh Besar, 15 orang warga Kota Banda Aceh, 2 orang warga Aceh Tamiang, dan 1 orang warga Aceh Selatan. Sedangkan 6 orang lainnya berasal dari luar daerah.   

Menurut SAG sejak 26 Maret hingga 6 Agustus 2020, pukul 17.00 WIB. Jumlah Covid-19 Aceh sudah mencapai sebanyak 537 orang. Dirincikan, sebanyak 377 orang dalam perawatan rumah sakit rujukan Covid-19 atau isolasi mandiri, 141 orang sudah sembuh, dan 19 orang meninggal dunia. 

Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh secara akumulatif sebanyak 2.360 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.330  orang sudah selesai isolasi mandiri, dan 30 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 146 orang. Dari jumlah tersebut, 7  PDP dalam perawatan, 135 PDP  telah dinyatakan sembuh, dan 4 orang lainnya meninggal dunia. 

“Berdasarkan data yang ada sama saya, pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal merupakan warga Kabupaten Simeulue,” tutup SAG.

Kontak Erat Covid-19 Ditelusuri

Tim surveilans Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota setiap hari menelusuri orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien atau Orang Tanpa Gejala (OTG) positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Kasus baru ditemukan lagi 54 orang positif berdasarkan pengujian swab-nya dengan RT-PCR. 

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada awak media, Kamis (6/8/2020).

“Hasil pemeriksaan swab mereka yang kotak erat  dengan Covid-19 ditemukan lagi 54 orang positif baru,” ujarnya.  

Ia menjelaskan, orang dikategorikan kontak erat dengan kasus konfirmasi positif Covid-19 yaitu, riwayat kontak tatap muka atau berdekatan dalam radius satu meter minimal 15 menit atau lebih, bersentuhan fisik secara langsung (bersalaman, pegang tangan, “salam” pipi, dll). 

Selain itu, tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 tanpa memakai APD sesuai standar. Orang dalam situasi tertentu yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian resiko lokal, yang ditetapkan tim epidemiologi setempat, kata SAG. 

“Kriteria kontak erat dengan Covid-19 tersebut penting diketahui masyarakat agar dapat melindungi diri dari penularan dan tidak bersikap negatif bila mau diambi swab-nya untuk pemeriksaan infeksi virus corona,” jelas SAG. (re)

Komentar

Loading...