Tak Terima Vonis 15 Tahun, Nelayan Aceh Jemput Rohingya di Tengah Laut Ajukan Banding

Tak Terima Vonis 15 Tahun, Nelayan Aceh Jemput Rohingya di Tengah Laut Ajukan Banding
Tiga nelayan Aceh Utara yang menjemput warga Rohingya dengan menggunakan kapal motor di tengah laut ajukan banding atas putusan hakim yang dinilai memberatkan mereka. Foto Kejari Aceh Utara

CAKRADUNIA.CO, Lhoksukon  - Tidak terima vonis hakim 15 tahun penjara, tiga nelayan Aceh yang menjemput puluhan warga etnis Rohingya di tengah laut pada tahun 2020 mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh.

Permohonan banding diajukan pengacara mereka, Indra Kusmiran SH melalui Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara pada Jumat (18/6/2021) kemarin.

Vonis yang diputuskan kepada tiga nelayan Aceh tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Lhoksukon dalam sidang, Senin (14/6/2021) lalu.

Tepidana yang diputuskan, masing-masing Afrizal (26) warga Desa Ulee Rubek Barat Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Abdul Aziz (31) warga Desa Gampong Aceh Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur dan Faisal Afrizal (43) Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Ke tiga nelayan itu divonis masing-masing, lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair satu bulan kurungan penjara.

“Kami sudah mengajukan banding ke PT melalui PN Lhoksukon. Setelah pengajuan akta permohonan banding, akan mempersiapkan memori banding dalam waktu 14 hari ke depan baru nanti diserahkan ke PN." ujar Kusmiran kepada media, Sabtu (19/6/2021).[si]

Komentar

Loading...