Breaking News

Tahun Baru di Banda Aceh, Ramai Tanpa Suara Terompet & Kembang Api

Tahun Baru di Banda Aceh, Ramai Tanpa Suara Terompet & Kembang Api
Walikota Aminullah bersama Kapolresta Banda Aceh saat memantau memasuki tahun baru 2019, Senin malam. Foto/Cakradunia/FCS

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Meskipun ramai, suasana pergantian tahun pergantian tahun baru masehi 2019 di Kota Banda Aceh jauh dari hinggar bingar kembang api dan tiupan terompet.
Pantauan cakradunia.co terlihat, dari sejak jam 22.00 Wib kepadatan lalulintas dan konsentrasi masyarakat di beberapa cafe mulai ramai. Namun, sampai menjelang jam 00.00 wib tidak ada kegiatan yang menjurus perayaan tahun baru.
Walikota Banda Aceh Aminullah Usman yang memantau langsung suasana pergantian tahun tadi malam menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang bisa menjaga ketertiban dan menaati seruan bersama Forkopimda Banda Aceh terkait larangan perayaan malam tahun baru masehi.
“Saya mengucapkan terimakasih kasih kepada semua unsur Forkompinda dan seluruh SKPD pimpinan yang ada di Pemkot Banda Aceh yang malam ini terlibat langsung dalam pengawasan bersama menjelang tahun baru Masehi," ujar Aminullah kepada wartawan, Selasa (1/1/2019) jam 00.02 wib di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh.
Aminullah juga memberikan apresiasi masyarakat Banda Aceh yang hingga jam 00.00 wib tidak merayakan tahun baru Masehi tersebut. Menurut Aminullah apa yang terjadi saat ini merupakan citra positif dan sebuah bentuk kesadaran bahwa masyarakat di Aceh terutama kota Banda Aceh tidak boleh melakukan hal - hal yang bertentangan dengan Syariat Islam dan budaya Islami yang ada di Aceh.
Secara khusus, wali kota juga mengucapkan terima kasih kepada petugas kepolisian, TNI, Satpol PP/WH, camat, aparatur gampong, dan pihak terkait lainnya yang telah bekerja keras memastikan tak ada perayaan malam tahun baru di Banda Aceh.
“Terima kasih kepada Pak Kapolresta dan jajarannya atas kerja kerasnya. Begitu juga Pak Dandim dan jajaran, serta semua pihak terkait lainnya, terima kasih kami ucapkan atas bantuannya. Bersama, saya yakin kita bisa mewujudkan Banda Aceh sebagai barometer penegakan syariat Islam di Aceh bahkan nasional,” sebutnya.
Turut hadir mendampingi wali kota pada kesempatan itu Kapolresta Banda Aceh Trisno Riyanto, sejumlah perwakilan Forkopimda, Sekda Bahagia, dan sejumlah kepala SKPK terkait.
Kapolresta Banda Aceh Trisno Riyanto pada saat yang sama mengatakan bahwa pihaknya menurun 400 orang personil untuk pengamanan malam tahun baru selain itu pengamanan ini juga dibantu oleh TNI, Satpol PP/WH. Pengawasan suasana tahun baru lebih difokuskan pada titik kumpul masyarakat.
"Sebenarnya beberapa waktu yang lalu kita sudah melakukan operasi lilin rencong untuk pengamanan Natal dan tahun baru dan kegiatan ini berakhir pada tanggal 1 Januari 2019, Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada ada gangguan apapun," ujar Trisno.
Fauzi Cut Syam

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...