Soal Kasus Agnez Mo, Ahli DNA: Tidak Ada Gen Murni Indonesia

Soal Kasus Agnez Mo, Ahli DNA: Tidak Ada Gen Murni Indonesia
Agnes Mo. Foto/Suara.com

CAKRADUNIA.CO, Jakarta – Menanggapi kasus pernyataan Agnes Mo yang mengaku bukan berdarah Indonesia, ahli genetik menyebut tidak ada gen murni Indonesia. Hal ini diungkapkan peneliti genetika Molekul dari lembaga Eijkman Herawati Supolo Sudoyo.

Pernyataan ini menjadi perbincangan lantaran banyak yang menganggap Agnez tidak bangga dengan asal usulnya dari Indonesia. Agnez Mo melontarkan penyataan 'Bukan berdarah Indonesia' ini dalam sebuah wawancara acara musik di New York.

Sebelumnya, dalam diskusi tentang asal usul manusia Indonesia, Herawati sempat menjelaskan kalau orang Indonesia tidak benar-benar berasal dari Indonesia.

Setidaknya ada empat gelombang migrasi manusia yang melintasi kawasan nusantara yang berkontribusi membentuk manusia Indonesia. Gelombang dan jalur perjalanannya berbeda, tapi asal usulnya tetap dari Afrika yang merupakan asal usul manusia modern atau Homo Sapiens.

"Tidak ada gen murni Indonesia. Kita merupakan pencampuran genetika dan semua berasal dari Afrika," kata Herawati, Selasa (26/11).

Hal serupa juga diungkap sejarawan Universitas Nasional (UNAS), Andi Achdian. Menurutnya, pernyataan "darah Indonesia", tidak bisa hanya dilihat dari satu aspek saja. Lebih lanjut, menurutnya istilah pribumi tidak bisa dikerucutkan pada satu golongan saja.

"Banyak tokoh warga keturunan yang lahir di Indonesia dan menjadi tokoh penting terbentuknya Indonesia. Jadi bangsa ini bukan cuma satu kelompok. Tapi terdiri dari beragam pihak, Belanda ada, Indo ada, Arab ada. Yang membentuk orang Indonesia," tuturnya kembali.

Terkait kewarganegaraan, seseorang bisa dinyatakan Warga Negara Indonesia (WNI) jika dilahirkan di wilayah negara Indonesia. Meskipun kedua orang tuanya tidak berdarah Indonesia.

Agnes Mo. Foto/liputan6

Lebih lanjut, Herawati sempat menjelaskan kalau berbagai hasil penelitian menyebut arus migrasi dari Afrika terjadi dalam beberapa gelombang. Seluruh manusia di Indonesia adalah campuran beragam genetika yang berasal dari Afrika.

"Bukti-bukti genetika, kebudayaan, hingga bahasa, memang menunjukkan evolusi pembauran manusia nusantara sejak ribuan tahun lalu dan kian intensif sejak pembentukan Indonesia sebagai negara berdaulat tahun 1945," kata Herawati.

Herawati mengatakan migrasi utama Homo Sapiens ke nusantara setidaknya terjadi pada 60.000 sampai 4.000 tahun yang lalu.

 Kemudian terjadi migrasi kedua dari jalur barat, dari Asia Tengah daratan pada kurang lebih 4.300 tahun lalu. Disusul migrasi dari jalur timur Taiwan pada 4.000 tahun lalu.

Kemudian muncul manusia modern awal pada 60.000-12.000 tahun lalu (akhir zaman es). Berikutnya datanglah ras Monggolid Astroasiatik dan Astronesia sejak 4.300 tahun lalu sampai awal masehi.

Herawati mengatakan meski merupakan pencampuran, persentase genetika Astronesia lebih dominan di bagian barat Indonesia dan genetika Papua di kawasan timur.

Tak lama setelah pernyataan soal bukan berdarah Indonesia tersebut menuai kritik, Agnez mengklarifikasi omongannya itu melalui unggahan di media sosial. Ia berdalih bahwa yang ia tekankan dalam wawancara itu bukan soal darah Indonesia seperti yang banyak dihujat netizen. Tapi, ia ingin menekankan bagaimana ia bersyukur bisa mendapat kesempatan berkarya di negara penuh dengan keberagaman. 

(CNN I)

Komentar

Loading...