SMAN 1 Kupang Jadi Sekolah Penggerak Angkatan Pertama

SMAN 1 Kupang Jadi Sekolah Penggerak Angkatan Pertama
SMAN 1 Kupang, NTT.Ist

CAKRADUNIA.CO, Kupang - SMA Negeri 1 Kupang, resmi ditunjuk sebagai sekolah penggerak angkatan pertama berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor :6555/C/HK.00/2021 tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Penggerak yang ditandatangani Dirjen, Jumeri pada 30 April 2021. 

Keputusan itu diambil setelah SMA Negeri 1 Kupang melewati serangkaian seleksi atas seluruh satuan Pendidikan di Indonesia yang memenuhi persyaratan sebagai pelaksana Program Sekolah Penggerak. Selain itu, seleksi juga melibatkan serangkaian tes atau pengujian yang dilakukan pada kepala SMA Negeri 1 Kupang,  Dra. Marselina Tua,M.Si sesuai pedoman rangkaian seleksi yang ditetapkan oleh kemendikbudristek.

Selain SMA Negeri 1 Kupang,terdapat tiga sekolah lainnya di Kota Kupang yang lolos Sekolah Penggerak yaitu: SMA Swasta NCIPS, SMA Negeri 5 Kota Kupang, SMA Negeri 10 Kota Kupang. Delapan sekolah di Kabupaten Manggarai Timur,dua sekolah di Rote Ndao, satu sekolah di kabupaten Sumba Tengah dan satu Sekolah di  kabupaten Sumba Timur.  Keseluruhan sekolah di provinsi NTT  yang lolos Program Sekolah Penggerak berjumlah enam belas sekolah.

Seleksi sekolah penggerak yang diluncurkan oleh kemendikbudristek merupakan episode ketujuh dari rangkaian program Merdeka Belajar. Beberapa pertimbangan diadakannya Sekolajh Penggerak dalam rangka mewujudkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik di seluruh Indonesia melalui berbagai inovasi-inovasi  pembelajaran yang berpihak pada murid untuk menghasilkan profil pelajar Pancasila.

Sekolah Penggerak adalah sekolah yang didalamnya juga secara serentak digerakkan oleh kepala sekolah dan  para guru yang diharapkan mampu memberi teladan dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila. Minimal kepala sekolah dan para guru mampu  mencirikan lima karakter yaitu  berjiwa nasionalisme Indonesia, bernalar dan beraklak mulia, guru yang pembelajar, profesional, dan berorientasi pada peserta didik. 

Untuk mendukung hal itu berbagai kebijakan dan program sedang diupayakan untuk hal tersebut dengan melibatkan berbagai pihak menjadi satu ekosistem pendidikan yang bergerak dan bersinergi dalam satu pola pikir yang sejalan antara masyarakat, satuan pendidikan, dan pemangku kebijakan.

Profil Pelajar Pancasila yang akan dilahirkan dari sekolah-sekolah penggerrak antara lain: (1) Berakhlak Mulia. Minimal tergambar dari profil pelajar dan  semua warga sekolah  mengerti apa itu keadilan sosial dan mempraktikannya,memiliki spritualitas, mempunyai rasa cinta kepada agama,memperlihatkan rasa kepedulian dan mengasihi sesama manusia, serta  mencintai alam dan lingkungan. 

(2) Kreativitas. Pelajar Pancasila memiliki kemampuan  bukan hanya memecahkan masalah, tetapi juga menciptakan hal-hal secara proaktif,dan independent untuk menemukan cara-cara lain dan berbeda agar bisa berinovasi dalam kesehariannya.Sekolah Penggerak digerakkan oleh kepala sekolah dan guru-guru yang kreatif dan literat.   

(3) Gotong Royong.Pelajar Pancasila mengetahui cara gotong royong, mengetahui dan mempraktikan  cara berkolaborasi, dan bekerjasama dengan sesama murid  sebab kolaborasi sudah menjadi hal yang sangat penting di era industri 4.0 (four point Zero). 

(4) Kebhinekaan Global. Nadiem merumuskan kebhinekaan global sebagai sebuah perasaan menghormati keberagaman. Kebhinekaan Global adalah toleransi terhadap perbedaan perbedaaan. Seorang pelajar Pancasila yang memiliki profil kebhinekaan global akan menerima perbedaan tanpa rasa menghakimi dan tidak merasa dirinya atau kelompoknya lebih baik dari kelompok yang lain. Perkembangan Pesat Teknologi Informasi membuat dunia seakan  semakin kecil sehingga keragaman informasi dapat diakses dengan sangat  cepat,kapapun, dari   manapun sehingga kebhinekaan global harus menjadi aspirasi sistem Pendidikan Indonesia. 

(5) Bernalar Kritis. Bernalar kritis menurut Mas Menteri merupakan asesmen kompetensi yang akan diuji oleh Kemendikbud dalam kebijakan Merdeka Belajar. Bernalar kritis merupakan kemampuan memecahkan masalah-masalah nyata. 

(6) Kemandirian. Penilaian terkait kemandirian seorang pelajar dikatakan Pelajar Pancasila dapat diukur dengan indikator motivasi. Apakah seorang  pelajar terdorong oleh  motivasi dalam hatinya atau harus terus didorong dari luar. Kemampuan bertumpu dari growth minsed, yaitu suatu pandangan  filsafat yang membuat seseorang memiliki pola pikir bahwa dirinya bisa menjadi lebih baik jika terus berusaha dan memiliki keinginan untuk terus  mencari informasi lebih banyak, serta memiiki anggapan  bahwa dirinya harus bekerja keras untuk menjadi lebih baik. Growth Minsed ini merupakan pola pikir kemandirian pelajar Pancasila.  

Kepala SMA Negeri 1 Kupang, Marselina Tua, M.Si menyatakan siap menggerakan SMA Negeri 1 Kupang sebagai sekolah pengggerak, bekerjasama sama dengan semua guru yang ada di SMA Negeri 1 Kupang.

 

Dua Guru SMAN 1 Kupang Jadi Pendamping  Pertama Guru Penggerak

Episode Ketujuh Sekolah Penggerak diluncurkan mendikbudristek pada awal Februari 2021. Sebelumnya, tahun 2020 mendikbud juga meluncurkan program Guru Penggerak, Episode Kelima dari  Program Merdeka Belajar Kemendikbudristek yang dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). 

Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) yang mencakup komunitas praktik, pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam pengembangan diri dan sekolah. Pendidikan Calon  Guru Penggerak  difasilitasi oleh fasilitator dan didampingi oleh pendamping atau Pengajar Praktik yang diseleksi dengan ketat  oleh Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). 

Pada seleksi Angkatan Pertama,   dari puluhan ribu guru Indonesia yang mendaftar dan mengikuti seleksi,  dua orang guru dari SMA Negeri 1 Kupang lolos seleksi menjadi Pendamping Guru Penggerak Angkatan Pertama yaitu Mezra E.Pellondou, S.Pd.,M.Hum.,dan Eva Hariyati Israel, S.Kom. Saat ini dua guru SMA Negeri 1 Kupang yang menjadi pendamping tersebut sedang menjalankan tugas pendampingan pada Calon Guru Penggerak di kabupaten Timur Tengah Utara memasuki bulan kelima dari sembilan bulan pendampingan. Salam Merdeka Belajar. Selamat merayakan Hardiknas 2021. Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar. 

(Mezra E.Pellondou,SMA Negeri 1Kupang,Pendamping Guru Penggerak Angkatan Pertama)

  

Komentar

Loading...