Setelah Lama Diam, Akhirnya PT Medco Keruk Sedimentasi di Gampong Mane Rampak

Setelah Lama Diam, Akhirnya PT Medco Keruk Sedimentasi di Gampong Mane Rampak
Alat berat bersama pekerja PT Medco dan disaksikan perangkat Gampong Mane Rampak di lokasi sedang melakukan pengerukkan sedimentasi di aliran pembuangan air sawah dengan memotong pagar kawat pembatas perusahaan. Tampak Keuchik Gampong Mane Rampak, Muhammad Nur (kiri) dari pinggir pagar menyaksikan pekerja yang sedang mengeruk, Sabtu (24/4/21) Foto/cakradunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Setelah lama diam meski terus diprotes warga, akhirnya PT Medco E&P Malaka mulai melakukan pengerukan sedimentasi pada aliran pembuangan air sawah warga yang berbatasan langsung dengan lapangan sumur minyak dan gas AR-1 di Gampong Mane Rampak, Kecamatan Julok, Aceh Timur.

Pengerukan mulai dilakukan dengan menggunakan alat berat jenis beko. Dilokasi terlihat pekerja dari PT Medco dan juga disaksikan aparat gampong diantara hadir keuchik, kadus dan sejumlah  petani setempat. 

Keuchik Gampong Mane Rampak, Muhammad Nur kepada cakradunia.co, Sabtu (24/4/2021), mengatakan pihak PT Medco sejak pukul 10:00 WIB, telah memasukkan alat berat ke lokasi melalui lapangan sumur AR-1 dengan memotong pagar kawat pembatas perusahaan.

"Setelah lama petani menunggu, akhirnya PT Medco menanggapi keluhan kami. Sudah beberapa bulan lalu terjadi penurunan tanah dari lapangan sumur AR -1 ke aliran pembuangan air sawah, sehingga menutup saluran dan menggenangi lahan petani," ujarnya 

Keuchik juga menyampaikan harapan agar kedepan PT Medco dapat lebih sigap dan tanggap dengan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan semua pihak dan merugikan petani di tengah pandemi ini.

"Seandainya PT Medco lebih cepat melakukan pengerukan sedimentasi, mungkin kerugian petani bisa diatasi dengan cepat dan tidak berat rugi seperti sekarang ini," keluhnya

Sementara itu, Tgk. M. Amin, mantan Tengku Imum Gampong, yang juga pemilik sawah yang gagal panen minta kedepan PT Medco tidak lalai lagi, sehingga  tidak terjadi lagi kerugian besar bagi petani di Gampong Mane Rampak dan gampong-gampong lain.

"Terkait kerugian petani, kami berharap segera ada pendampingan dari PT Medco, karena selama pandemi Corona hasil panen gagal dan rugi. Untuk membeli benih padi banyak petani alami kesulitan tidak ada uang. Jadi perlu segera dibayar oleh Medco, sehingga bisa segera bertani lagi" katanya tegas. 

Sebagaimana berita sebelumnya, tanah dari lapangan sumur minyak AR-1 Alur Rambong milik PT. Medco E&P Malaka Blok A, yang beroperasi di Gampong Mane Rampak, Kecamatan Julok membuat puluhan petani harus alami kerugian akibat erosi tanah lapangan tersebut, sehingga terendam dan air menggenangi areal persawahan warga berbulan-bulan lamanya.

Rachman

Komentar

Loading...