Sekda Aceh & Kadishub Diperiksa KPK

Sekda Aceh & Kadishub Diperiksa KPK
Sekda Aceh Taqwallah.ist

CAKRADUNIA.CO, Jakarta – Sekda Aceh dr Taqwallah dan Kadis Perhubungan Aceh Ir  Junaidi MT diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihak KPK membenarkan kabar tersebut. Saat ini KPK tengah melakukan pemeriksaan sejumlah pihak terkait dugaan korupsi yang terjadi dalam sejumlah proyek besar di Aceh

“Benar, sekarang sedang ada kegiatan penyelidikan KPK di Aceh, melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi terhadap sejumlah pihak terkait,” ujar Plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis 3 Juni 2021.

Meski begitu, Ali belum mau menginformasikan mengenai kasus apa dan siapa saja pihak-pihak yang diperiksa saat ini.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut mengenai materi apa saja yang sedang diselidik,” kata Ali.

KPK, kata Ali, bakal menginformasikan lebih lanjut mengenai penyelidikan di Aceh tersebut.

“Perkembangannya nanti kami akan informasikan lebih lanjut ke media,” ungkapnya.

Kadishub Aceh, Ir Junaidi MT

Dari informasi saat ini, diduga dua pejabat Pemerintah daerah di Aceh sedang diperiksa. Mereka adalah Sekda Aceh Taqwallah dan Kadis Perbubungan Aceh Junaidi.

Sumber menyebutkan, Sekda Aceh dan Kepala Dinas Perhubungan Aceh diperiksa KPK terkait skandal proyek pengadaan kapal ‘Aceh Hebat’ bernilai ratusan miliar rupiah.

“Selain kasus kapal, kasus proyek besar lainnya juga jadi incaran KPK. Jadi wajar Kadis Perhubungan Aceh diperiksa, kan pernah jadi plt. Kepala ULP Aceh,” sebut sumber itu. 

Dari sumber lainnya menyebutkan, Sekda Aceh dan Kadis Perhubungan Aceh diperiksa di Markas Polda Aceh. Namun, sumber internal dari markas kepolisian itu menyebutkan, keberadaan  Sekda Aceh di Mapolda Aceh hanya untuk menjalankan ibadah sholat berjamaah di mesjid yang berada di komplek Mapolda Aceh.

“Pak Taqwallah sering sholat berjamaah di situ,” sebut sumber yang enggan disebut namanya.

Terkait informasi tersebut, belum memperoleh keterangan resmi dari pihak KPK dan Polda Aceh, apakah benar sejak Kamis, 3 Juni 2021 malam, Sekda Aceh ditahan di Mapolda Aceh.

Sebelumnya, Polri mencopot Kombes Margiyanta dari jabatannya sebagai Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Aceh karena melakukan kesalahan fatal. Pencopotan jabatan itu merupakan konsekuensi atas semua yang telah dilakukan.

“Bagi anggota yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan tugasnya, tentunya harus dipertanggungjawabkan kesalahan-kesalahan tersebut,” ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Kamis, 3 Juni.

Pencopotan ini, lanjut Rusdi, merupakan komitmen Polri untuk memberikan hukuman kepada siapapun anggota Polri yang melakukan kesalahan. Sebab, dengan cara ini Polri dapat terus berkembang untuk menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat. (ad/liputan6/voi)

Komentar

Loading...