Sasaran Capai 12.000 Km, Bomber H-20 Cina Mudah Hantam Pearl Harbor

Sasaran Capai 12.000 Km, Bomber H-20 Cina Mudah Hantam Pearl Harbor
Gambar prototipe diduga dari pembom siluman H-20 Cina. Tangkapan Layar CCTV

CAKRADUNIA.CO, Jakarta – Bomber siluman H-20 Cina diyakini memiliki jangkauan hingga 7.500 mil atau 12.070 kilometer, sebagaimana laporan media Inggris Sun.

Dengan jangkauan itu, para analis percaya pembom itu dengan mudah menjadikan Pangkalan Angkatan Laut Pearl Harbor, Hawaii, - 6.000 mil jauhnya - ke dalam jangkauannya. Hal itu menjadikan H-20 ancaman antarbenua sesungguhnya.

Menurut South China Morning Post, yang mengutip laporan Royal United Services Institute for Defense and Security Studies yang berbasis di London, H-20 yang canggih dapat membawa muatan senjata besar seberat 45 ton dan terbang jauh tanpa pengisian bahan bakar di udara.

Mesin perang dengan kecepatan 630 mph itu masih dalam pengembangan, menurut think tank terkemuka, tetapi Pentangon khawatir suatu hari akan dapat menargetkan wilayah luar negeri AS seperti Guam, The Sun melaporkan.

“Dipersenjatai dengan rudal nuklir dan konvensional, H-20 akan mewakili terobosan besar dari doktrin dan praktik pengembangan peralatan PLAAF (Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat) sebelumnya,” katanya.

PLAAF dirancang untuk menjadi kekuatan regional yang mampu melakukan misi di rantai pulau pertama - mulai dari Kepulauan Kuril hingga Jepang dan ke Filipina.

"H-20, sebaliknya, akan memberi Cina kemampuan proyeksi kekuatan antarbenua yang sesungguhnya," kata laporan itu.

Rencana untuk H-20 pertama kali diumumkan pada 2016 dan bomber nuklir tersebut mungkin siap untuk memasuki layanan dalam lima tahun.

Bomber strategis itu, yang kemungkinan meniru Northrop Grumman B-2 Spirit, dirancang untuk menembus pertahanan antipesawat dan menjatuhkan muatan nuklir yang menghancurkan.

Berbagai laporan mengatakan H-20 akan dapat mengirimkan muatan 45 ton, termasuk nuklir, dan menembakkan rudal jelajah hipersonik.

Yang penting, H-20 juga akan menyelesaikan apa yang disebut triad nuklir negara itu, lapor The Sun. Triad nuklir terdiri dari rudal balistik berbasis darat, rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam, dan pembom berkemampuan nuklir jarak jauh.

Meski H-20 masih tetap misterius, pengebom itu diperkirakan tidak menjadi pesaing B-21 Sky Raider Angkatan Udara yang baru, National Interest melaporkan.

Mengutip sumber militer, sebuah laporan dari The New Zealand Herald mengatakan bomber H-20 baru dan masih agak misterius itu akan membuat penampilan publik pertamanya di Zhuhai Airshow yang dibatalkan tahun ini.

Laporan Selandia Baru juga mengatakan pembom siluman supersonik baru itu bisa menggandakan jangkauan serangan Cina.

Jika H-20 memang memiliki jangkauan dan karakteristik siluman, itu dapat mengubah kalkulus strategis antara Amerika Serikat dan Cina dengan mengekspos pangkalan dan armada AS di seluruh Pasifik untuk memberi kejutan serangan udara, National Interest melaporkan.

Pembom strategis masuk akal bagi Cina karena Beijing menganggap dominasi bagian barat Samudra Pasifik penting untuk keamanannya karena sejarah invasi maritimnya, dan tantangan yang ditimbulkan oleh Amerika Serikat pada khususnya.

Kedua negara adidaya dipisahkan oleh lima hingga enam ribu mil lautan - dan Amerika Serikat telah menghabiskan abad terakhir mengembangkan jaringan wilayah pulau seperti Guam, pangkalan militer asing di Asia Timur dan kapal induk yang dapat digunakan untuk memproyeksikan kekuatan udara dan laut melintasi rentang itu, National Interest melaporkan.

Sumber: Asia Times|tmp

Komentar

Loading...