Sandiaga Gerak Cepat Sambangi Menteri & Badan Dongkrak Pariwisata

Sandiaga Gerak Cepat Sambangi Menteri & Badan Dongkrak Pariwisata
Sandiaga Uno, Menenparekraf. Antara Foto/Sigid Kurniawan/rwa

CAKRADUNIA.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyambangi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia seusai dilantik pada Rabu (23/12).

Ia menyatakan Kemenparekraf bekerja cepat untuk menggandeng lintas Kementerian dan K/L dalam melakukan kerja kolaborasi demi menyelamatkan nasib 40 juta pekerja di sektor pariwisata.

"Jadi hari ini kami langsung gerak cepat, saya mengunjungi Pak Menteri BUMN, juga mengundang Pak Mendag dan Kepala BKPM karena harus berkolaborasi, segera kebijakan ini harus kita pastikan eksekusi yang tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat," katanya dikutip dari rilis, Rabu (23/12).

Dia melanjutkan bahwa Kemenparekraf membutuhkan dukungan dari Kemendag melalui kebijakan perdagangan yang berpihak kepada kebangkitan ekonomi rakyat.

Dari Bahlil, ia mengaku telah menerima komitmen berupa insentif investasi di bidang ekonomi kreatif dan pariwisata. Sehingga, ia mengajak pengusaha untuk tak ragu melakukan investasi di bidang terkait.

"Setahun ini pasti banyak sekali keterbatasan-keterbatasan, tapi Pak Erick ini punya keleluasaan dalam menggunakan balance sheet yang dimiliki BUMN," tandasnya.

Di kesempatan terpisah, Sandi juga menyatakan niatnya melanjutkan program OK OCE yang dulu pernah dirintisnya kala menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan.

Dia mengatakan akan mendiskusikan kemungkinan tersebut dengan jajaran Kemenparekraf. "Nanti kami lihat bersama dengan rekan-rekan di sini," katanya dikutip dari Antara.

Niat itu muncul karena Sandi mendapatkan laporan dari perkumpulan pergerakan OK OCE di lapangan bahwa sebagian besar anggota binaannya bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ia melihat program sebagai potensi dalam membangkitkan kembali sektor terkait dari dampak pandemi covid-19. Namun, ia mengaku tak mau gegabah dan terburu-buru dalam mengambil keputusan.

"Kami baru saja mendapat laporan dari teman-teman di perkumpulan gerakan OK OCE, di data mereka hampir 70 persen bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tapi kita tidak ingin terburu-buru, akan diskusikan dengan jajaran," tandasnya.

[cnni]

Komentar

Loading...