Rumah Sakit Covid-19 di India Terbakar, 18 Orang Tewas

Rumah Sakit Covid-19 di India Terbakar, 18 Orang Tewas
Rumah Sakit Covid-19 di India terbakar. (AP)

CAKRADUNIA.CO, Jakarta - Kebakaran terjadi di bangsal rumah sakit Covid-19 di India, Sabtu (1/5). Sebanyak 18 orang dikabarkan tewas akibat kejadian tersebut.

Pihak kepolisian menyebut api padam dalam waktu satu jam pasca kebakaran yang terjadi di lantai dasar bangsal rumah sakit Welfare Hospital di Bharuch, sebuah kota di negara bagian Gujarat. Saat ini pihak kepolisian tengah menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Sebanyak 31 pasien lain dapat diselamatkan oleh pekerja rumah sakit dan petugas pemadam kebakaran. Salah seorang petugas Kepolisian, B.M Parmar menyebut semua pasien selamat dalam kondisi stabil.

Parmar menambahkan 18 orang lainnya tidak tertolong dan tewas dalam kobaran api sebelum tim penyelamat menolong mereka.

Sebelumnya, kebakaran juga pernah terjadi di Unit Perawatan Intensif (ICU) rumah sakit di daerah Virar, pinggir Mumbai dan menyebabkan 13 pasien Covid-19 meninggal dunia.

India tengah melawan lonjakan kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir. Saat ini India berupaya meningkatkan upaya vaksinasi untuk semua orang dewasa di tengah penolakan dari beberapa negara bagian.

Meskipun India merupakan salah satu produsen vaksin terbesar di dunia, sejak Januari baru hampir 10 persen orang India yang menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Dari jumlah itu, hanya sekitar 1,5 persen di antaranya yang sudah menerima dosis kedua.

Beberapa negara bagian mengatakan bahwa mereka tidak memiliki dosis yang cukup untuk dibagikan ke semua orang. Bahkan vaksinasi untuk warga berusia di atas 45 tahun gagal.

Menteri Kesehatan India, Satyender Jain awal pekan ini mengatakan negara bagian Maharashtra tidak punya cukup dosis vaksin untuk di bagikan ke mereka yang berusia 18 dan 44 tahun. Karena itu upaya vaksinasi yang rencananya digelar Sabtu itu dikatakan gagal.

Dilansir Associated Press, India mencetak rekor global harian dengan catatan 401.993 kasus positif Covid-19 baru pada Sabtu ini. Jumlah itu menambah total keseluruhan kasus menjadi lebih dari 19,1 juta sampai saat ini.

Selain itu, Kementerian Kesehatan India menyebut ada 3.523 orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian jumlah kematian akibat Covid-19 di India secara keseluruhan meningkat menjadi 211.853 orang.

Meski begitu, para ahli di India yakin jumlah sesungguhnya bisa jauh lebih tinggi

Perdana Menteri Narendra Modi menyebut India mengalami krisis pandemi Covid-19 dengan lonjakan kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana pasien membanjiri rumah sakit dan krematorium .

Modi menggelar pertemuan Kabinet pada Jumat (30/4) guna membahas langkah-langkah menyelamatkan sistem kesehatan yang runtuh. Pemerintah berencana menambahkan tempat tidur rumah sakit, serta berjanji mengatasi masalah produksi, penyimpanan dan pengangkutan oksigen dan kekurangan obat-obatan.

Sementara itu, Amerika Serikat menambah daftar negara yang membatasi perjalanan dari India seiring peningkatan kasus Covid-19 dan munculnya varian virus corona yang bisa lebih berbahaya. Presiden Joe Biden juga telah berbicara dengan Modi dan berjanji untuk segera mengirim bantuan.

Pekan ini, AS mulai mengirimkan alat terapi, tes cepat dan oksigen ke India bersama dengan beberapa bahan yang dibutuhkan India untuk meningkatkan produksi vaksin Covid-19. Tim ahli kesehatan masyarakat CDC juga diharapkan bisa segera berada di lapangan untuk membantu pejabat kesehatan India memperlambat penyebaran virus corona.

Negara-negara lain juga telah mengirim bantuan. India mendapat pasokan oksigen dari Singapura, Dubai dan Bangkok.

(TTF/cnni)

Komentar

Loading...