Rencana Terapkan Perbup Game Online, Awam: Jangan Sampai Warnet Bangkrut

Rencana Terapkan Perbup Game Online, Awam: Jangan Sampai Warnet Bangkrut
warnet dipenuhi anak-anak main game

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh- Pemkab Aceh Barat merencanakan akan menerapkan peraturan bupati (Perbup) tentang larangan anak-anak main game online di warung internet (warnet).

Rencana penerapan tersebut disampaikan Bupati Ramli.MS, Kamis (17/10/19)  lalu pada peringati Hari Anak Nasional di aula Bappeda Aceh barat

Menyikapi rencana penerapan Perbup tersebut, Ketua Asosiasi  Warnet Meulaboh ( Awam), Dedi Arona kepada cakradunia.co, Sabtu (19/10/19) mengatakan, program tersebut baik.Namun, perlu pertimbangan juga pada penguasa internet agar tidak bangkrut.

Dedi berharap, alasan pemerintah ingin menyelamatkan generasi muda jangan sampai mematikan atau membuat kolep usaha warga. Karena, selama ini warnet mencari ekonomi guna menghidupkan keluarga mereka.

"Jangan sampai generasi produktif atau mandiri dengan usahanya terbunuh dan mati gara-gara perbup tersebut," ujar jubir FPI dengan nada tinggi.

Menurutnya, pemerintah boleh memblokir game online yang berbahaya bagi generasi muda, situs pornografi, bukan hanya fokus pada penutupan usaha warnet dengan perbup tersebut, karena keberlangsungan usaha warnet juga harus ada perhatian pemerintah.

Awam memohon kepada pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam berfikir bagaimana mengambil langkah yang adil pada penerapan sebuah kebijakan. Selain itu, Awam sangat berharapkan dilibatkan secara aktif dalam pembahasan draf Perbup game online sebelum diterapkan, agar pengusaha memahami persoalan untung rugi yang ditimbulkan nantinya

“Kalau pemda merancang draf Perbup tidak melibatkan penguasa warnet. Maka, pihak pelaku usaha keberatan menerimanya. Jika dipaksakan penerapannya, demo penolakan akan digelar guna menyampaikan aspirasi demi menyelamatkan usaha,” kata Dedi

Ketua Awam, Dedi Arona

Saat ditanya adakah game yang membahayakan bagi generasi, Dedi mengakui bahwa itu ada. Namun, bingung bagaimana cara memblokir, harusnya pemerintah dalam hal ini melakukan upaya itu atau memberikan otoritas warnet untuk memblokirnya. Pemda tidak hanya ke warnet saja perhatiannya, tapi, bagaimana game di handphone yang di geluti anak-anak dibawah umur hampir di semua tempat dapat ditertibkan juga.

Jika mau diselamatkan generasi dari bahaya game,kata Dedi, bukan Perbup menutup warnet menjadi ukuran. Namun, upaya menjauhi anak-anak dari game smartphone mesti lebih serius difikirkan pemerintah.

“Game warnet itu, jika ingin digunakan pemain mesti bersahaja. Sementara, game smartphone bisa didapatkan dimana saja. Jadi, kebijakan itu mesti berlaku adil,” tutupnya.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...