Rektor Universitas Syiah Kuala Canangkan Zona Integritas

Rektor Universitas Syiah Kuala Canangkan Zona Integritas
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Samsul Rizal M.Eng (kanan) menyaksikan Dekan Fakultas MIPA, Dr Teuku M Iqbalsyah S.Si M.Sc saat menandatanganI Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (9/7/2021). Foto/Humas USK

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh  - Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) menunjuk Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebagai unit kerja yang akan menerapkan Zona Integritas (ZI). Pencanangan penerapan  Zona Integritas di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (9/7/2021).

Rektor USK, Prof Dr Ir Samsul Rizal M.Eng mengatakan, pencanangan ZI merupakan bentuk komitmen USK untuk memberantas praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Menurut Samsul, usaha untuk mewujudkan USK sebagai ZI, Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), secara de facto sudah berlangsung sejak lama.

"Selama ini, berbagai strategi pencapaian disusun untuk mewujudkan pelayanan prima, bebas KKN di USK. Di sisi lain, sistem pelayanan dievaluasi secara periodik, dan dilakukan perbaikan di berbagai sisi demi mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat," ungkap Prof Samsul.

Meski begitu, kata Rektor, ia mengakui secara de jure institusi ini belum memiliki unit kerja yang memiliki predikat ZI. Olek karena itu, Rektor berharap tahun ini target tersebut akan terealisasi, dengan menunjuk FMIPA sebagai representasi USK. Prof Samsul juga berharap seluruh fakultas, pascasarjana, unit kerja, lembaga, dan lain-lain mewujudkan ZI yang bebas KKN.

"Penunjukan FMIPA berdasarkan pertimbangan bahwa fakultas ini lebih siap untuk tujuan tersebut. Menurut pengamatan kami, FMIPA adalah unit kerja yang inovatif dalam pelayanan kepada masyarakat," jelas Rektor Samsul Rizal.

Inovasi pelayanan yang dikembangkan secara signifikan akan mampu menutup, atau setidaknya meminimalisir praktik KKN di lingkungan USK, sehingga birokrasi yang bersih akan tercapai dalam pelayanan. Untuk mewujudkan ikhtiar mulia tersebut, Rektor meminta dukungan dan doa dari masyarakat.

Sementara itu, Dekan FMIPA USK, Dr Teuku M Iqbalsyah membacakan deklarasikan kesiapan untuk mewujudkan ZI menuju WBK dan WBBM. 

"Menyatakan secara bersungguh-sungguh akan mewujudkan WBK, menyatakan akan selalu menjauhkan diri dari praktik KKN, serta meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat," ucapnya.

Teuku Iqbalsyah menyatakan siap menyukseskan pencanangan tersebut. Ia percaya bahwa penggunaan teknologi dapat meminimalisir peluang terjadinya KKN. Pihaknya menyadari, tanggung jawab menjadi ZI tidaklah mudah. Untuk itu, dukungan dan kerjasama semua pihak adalah kunci.

"Kami akan persiapkan segala kebutuhan, sebelum diajukan ke Kementerian Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Ini merupakan komitmen bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan," ungkapnya.

Sedangkan Sesditjen Dikti, Dr Paristiyanti Nurwardani yang hadir secara daring dalam pencanangan ZI di USK mengapresiasi langkah yang diambil Rektor Prof Samsul Rizal untuk  meningkatkan layanan publik dan memberantas praktik KKN.

“Kami sangat mengapresiasi langkah yang diterapkan Rektor USK dalam upaya untuk memberantas KKN di kampus, mudah-mudah bisa terwujud sebagaimana yang direncanakan,”katanya penuh harap. (SI)

Komentar

Loading...