Rekannya Dipecat, Puluhan Karyawan TBU Nagan Raya Mogok Kerja

Rekannya Dipecat, Puluhan Karyawan TBU Nagan Raya Mogok Kerja
Puluhan Karyawan TBU Nagan Raya hingga berita ini diturunkan masih mogok kerja. Foto/cakradunia.co/agus

CAKRADUNIA.CO, Suka Makmue - Puluhan karyawan tenaga kerja batu bara Tata Bara utama (TBU) Nagan Raya mogok kerja, Jumat (4/6) siang. Solidaritas ini muncul setelah salah seorang rekan kerja mereka dipecat tanpa sebab yang jelas.

Dari informasi yang di dapatkan, Jum'at (4/6) puluhan karyawan TBU tersebut sampai saat ini masih bertahan di lokasi sambil menunggu hasil  keputusan dari pihak menajemen perusahaan TBU.

Puluhan karyawan tersebut minta pimpinan perusahaan untuk mengoptimalkan upah minimum yang sesuai dengan hasil kerja dilapangan.

"Kami minta pihak menajemen perusahaan untuk segera melakukan pertimbangan upah kami yang tidak sesuai dengan hasil kerja,"minta salah satu karyawan TBU yang tidak mau di sebut namanya kepada media ini.

Menurutnya, sampai saat ini persoalan kesejahteraanpun karywan kurang diperhatikan manajemen perusahaan TBU. Mereka melakukan mogok kerja karena adanya intimidasi internal terhadap karaywan, bahkan diduga ada pemecatan tanpa sebab dan hak-hak karyawan yang dipangkas.

Dalam aksi mogok tersebut, karyawan TBU minta tiga tuntutan, diantaranya Andi Hartono dan Yeti Anisah  harus dipindahkan (mutasi ) TBU Aceh dengan alasan selama pimpinannya dinilai tidak mensejahterakan karyawan.

“Hasil produksi harus update setiap pershif dan Eko Kuzeno, Supervisor Produksi tidak boleh di berhentikan, karena selama ini kontribusi yang diberikan kepada kami selalu ada,”kata karyawan tersebut.

Secara terpisah Kuasa TBU Nagan, Putra Pratama Sinulingga SH MH mengatakan kepada media, persoalan ini akan dikomunikasi dengan keuchik dalam lingkungan kerja tersebut.

“Maka nanti segala upaya akan kita penuhi permintaan karyawan terkait kesejahteraan,”janji Putra Pratama.

Putra mengaku soal karyawan minta mutasi kedua karyawan TBU tersebut, tidak mungkin karena yang mengatur hal tersebut dari perusahaan bukan dari karyawan.

"Sampai saat ini sudah melakukan komunikasi untuk minta solusi menyangkut hak-hak karyawan,"aku Putra

Putra menambahkan, Eko Kuzeno (Supervisor) produksi bukan di pecat  atau di berhentikan akan tetapi masa kontraknya sudah habis dan itu masih dalam proses pengurusan. (agus).

Komentar

Loading...