Breaking News

Rayakan Hari Puisi Indonesia, 31 Penyair Diundang Baca Puisi & Testimoni

Rayakan Hari Puisi Indonesia, 31 Penyair Diundang Baca Puisi & Testimoni
Foto/Ist

Penyair Irak dan Kazastan ikut memberi testimoni 

CAKRADUNIA.CO, Jakarta – Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) ke-8 tahun 2020 akan digelar di selasar Perpustakaan Daerah DKI, Taman Ismail Marzuki, Minggu siang (26/7/20)  pukul 13.00 – 15.00 WIB.

Untuk hajatan tahunan itu, Yayasan Hari Puisi Indonesoia (YHPI) akan mengadakan acara syukuran, peluncuran buku antologi Puisi Berbisik pada Dunia dan Chairil Anwar Hidup 1000 Tahun Lagi. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi, dan penayangan testimoni dari para sahabat tentang Hari Puisi Indonesia dari penyair dalam dan luar negeri.

Ketua YHPI Maman S Mahayana, mengatakan karena acara serimoni memberlakukan protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan), maka panitia akan membatasi peserta yang hadir tidak boleh lebih dari 40 orang saja.

Oleh karena itu, YHPI hanya mengundang penyair se-Indonesia hadir melalui zoom meeting yang ID dan password-nya akan dikirim panitia (Arief D. Hasibuan, 0823-6948-6372) hari Minggu, 26 Juli 2020 menjelang pelaksanaan acara.

Pada saat acara testimoni, panitia akan memberi kesempatan kepada 33 penyair Indonesia waktunya hanya satu sampai dua menit untuk membaca puisi pendek karya sendiri dan menyampaikan testimoninya

 “Karena waktu singkat, mohon kepada penyair nanti menyebutkan nama dan asal daerah tempat tinggalnya,”kata Maman S Mayahana kepada cakradunia.co, Sabtu (25/7/20).

Jika tidak dapat mengikuti acara karena ada kegiatan lain atau berada di tempat yang jauh dari jaringan internet, mohon mengabarkannya kepada panitia melalui pesan WhatsApp.

Sebagai cenderahati dan ucapan terima kasih, panitia akan mengirimkan buku Sejarah Hari Puisi dalam bentuk Pdf.

Ketua YHP Indonensia Maman S Mahayana

Menurut Maman S Mahayana, Hari Puisi Indonesia seharusnya sudah menjadi agenda pemerintah, sehingga setiap tahun, di semua tingkat pendidikan, puisi menjadi bahan pembelajaran etika, sopan-santun, dan pengembangan kreativitas.

Puisi, kata Maman, menjadi kunci pemakaian bahasa yang terpilih dan terpelihara. Puisi menjadi salah satu alat pendidikan untuk menolak ujaran kebencian, hoaks dan fitnah. Puisi menjadi alat bertutur yang beretika dan penuh kesopansantunan.

“Maka perayaan Hari Puisi Indonesia setiap tahun dapat dimanfaatkan sebagai jendela kebebasan berkreasi yang tetap menjaga etika dan adab sopan-santun,”ungkap kritikus Indonesia ini.

Bagi komunitas-komunitas seni sastra,  tambah Maman, Hari Puisi Indonesia menjadi ajang berkompetisi yang sehat untuk melahirkan berbagai kreativitas dan capaian estetik.

“Jadi, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk mengabaikan HPI. Karena di sana, puisi dapat mempersatukan perbedaan etnik dan ideologi. Puisi merupakan harga hidup bagi perkembangan dan pemajuan kebudayaan dan martabat bangsa Indonesia. Puisi mempersatukan keanekaragaman bangsa. Selamat Hari Puisi Indonesia,”tutup Maman bersemangat.

Sementara salah seorang deklarator Hari Puisi Indonesia, D Kemalawati mengatakan, perayaan HPI yang dimulai sejak 2013 lalu hingga ini bukan hanya sekedar seremoni untuk bertemunya  para penyair  Indonesia,  tetapi dari penyelenggaraan beberapa tahun sebelumnya  penyair diajak berkompetensi dengan ikut serta dalam sayembara buku puisi Indonesia.

“Banyak buku puisi diterbitkan untuk ikut dalam Sayembara Buku Puisi HPI.  Ini menandakan geliat pendokementasian karya penyair Indonesia menjadi lebih terpelihara dan buku puisi penyair Indonesia tersimpan di yayasan HPI,”kata penyair D Kemalawati.

Ini daftar  nama-nama 31 penyair akan diundang untuk baca puisi dan testimoni pada Hari Puisi ke-8 tahun 2020 ini.

1.Ahmadun Yosi Herfanda
2.Abdul Hadi WM
3.Rida K Liamsi
4.Lukman Hakim Saifuddin
5.Perwakilan Iran: Dr. Bahman Sahneh, Dosen Universitas Golestan, Iran
6.Hilman Farid (Dirjen Kebudayaan)
7.A. Slamet Widodo (Jakarta)
8.Warih Wisatsana (Bali)
9.Narmin Hassanova, Penyair, Baku Azerbaijan (Eropa Timur)
10.Syaifuddin Gani (Kendari)
11.Perwakilan Pemerintah (DKI Jakarta)
12.Indah Nadhar Octaviana (Pembaca Puisi Arab)
13.Zulfaisal Putra (Banjarmasin)
14.Irawan Sandya Wiraatmaja (Jakarta)
15.Perwakilan Amerika Latin
16.Musikalisasi Puisi Sanggar Matahari
17.D. Kemalawati (Aceh)
18.Dheni Kurnia (Pekan Baru)
19.Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya)
20.Umi Kulsum (Yogyakarta)
21.Badaruddin Amir (Barru, Makassar)
22.Imam Maarif (Jakarta)
23.Syafina Amorita Candini (Pembaca Puisi Korea)
24.Iverdixon Tinungki (Manado)
25.Violeta Simatupang (Bandung)
26.Musikalisasi Puisi (Rinidiyanti Ayahbi)
27.Mezra E. Pellondou (NTT)
28.Ibrahim Gibra (Ternate)
29.Sutardji Calzoum Bachri (Jakarta)
30.Dr. Rostam Ajami Mohammadov, Dosen Academic of Sciences, Tajikistan
31.Dr. Abidali Fatlawi, Dosen University of Kerbala, Iraq

Sebelumnya dalam acara sesi serimoni, penyair Fikar W. Eda membacakan Deklarasi Hari Puisi Indonesia tahun 2020.

Helmi Hass

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...