Ratusan Petani Tuban Jadi Miliarder

Ratusan Petani Tuban Jadi Miliarder
Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai. (Tribunnews/Istimewa) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dapat Uang Miliaran Rupiah, Warga Jenu Tak Mau Beli Mobil Murah", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2021/02/16/184200915/dapat-uang-miliaran-rupiah-warga-jenu-tak-mau-beli-mobil-murah?page=all. Penulis : Ari Purnomo Editor : Aditya Maulana Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat: Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

CAKRADAUNIA.CO, Tuban - Video truk mengangkut banyak mobil baru pesanan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, sempat viral di internet lantaran dikirim berbarengan. Kini, malah Desa Sumurgeneng jadi kampung miliarder.  

Menurut keterangan Kepala Desa Sumurgeneng Gianto ada 17 unit yang datang bersamaan pada Minggu (14/2) dan ini cuma sebagian kecil sebab total mobil baru disebut sampai 176 unit.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dari 17 mobil yang dibeli warga mayoritas merek Toyota. Mobil pilihan petani yang jadi miliarder karena menerima uang pembebasan lahan proyek kilang minyak dan petrokimia Grass Root Refinery (GRR) PT Pertamina (Persero) itu adalah Innova, Rush, dan Fortuner.

Referensi pilihan mobil ini kemungkinan dipengaruhi mobil dinas pejabat yang sering terlihat di jalanan. Selain Toyota ada juga mobil lainnya yakni Mitsubishi Pajero Sport dan Honda Jazz.

"Mobil yang datang bersamaan kemarin itu perkiraan sekitar 17. Kalau selama ini ada total 176 mobil baru di beli warga. Per rumah bisa memiliki dua sampai tiga mobil," kata Gianto, saat dihubungi Senin (15/2).

Proyek kilang minyak GRR sebenarnya melibatkan tiga desa, yakni Kaliuntu, Wadung, Sumurgeneng. Khusus di Sumurgeneng lahan yang dibebaskan seluas 225 hektare dengan jumlah pemilik 225 orang.

Gianto menyebut setidaknya 225 warga menerima pembayaran pembebasan lahan dengan kisaran harga Rp600 ribu - Rp800 ribu per meter. Transaksi tertinggi pembebasan lahan untuk satu orang dikatakan bisa mencapai Rp25 miliar.

Salah satu miliarder, Siti Nurul Hidayatin, mengatakan tak menyangka bisa punya harta miliaran rupiah. Dia menggunakan uang itu untuk berbagai kebutuhan, seperti investasi, beli rumah, deposito, dan beli mobil.

"Ya saya bersyukur bisa beli mobil dan investasi. Selain itu dengan adanya pembebasan tanah ini warga Sumurgeng jadi makmur, dan desa saya sekarang terkenal menjadi kampung miliarder," kata Siti.

(cnni)

Komentar

Loading...