Ratusan Kenderaan Tertahan 3,5 Jam Di Gunung Kulu

Ratusan Kenderaan Tertahan 3,5 Jam Di Gunung Kulu
Truk interkoler mengangkut tiang beton mogok ditanjakan Gunung Kulu Aceh Besar, ratusan kenderaan sempat tertahan tiga am lebih. Terlihat sopit dan kernet truk tersebut tertidur di bawah depan truk mereka. Suasan direkam sekitar pukul 04.30 WIB. Foto/Abi Syukran

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Rutusan kenderaan berupa truk, mobil penumpang dan pribadi mulai sekitar pukul 01.30 WIB hingga pukul 04.30 WIB dini hari tertahan di Gunung Kulu, Aceh Besar karena truk interkoler yang mengangkut tiang beton mogok di sebuah tikungan naik di Gunung Kulu dari arah Banda Aceh.

Karena mogok dan menghindari melorot atau mundur truk tersebut harus dibuat ganjal dalam jumlah banyak, diantaranya dengan belasan karung besar, lalu dibelakangnya ada truk besar empat unit dan sebuah alat berat. Untuk pengaturan itu dan lalu lintas yang dibantu polisi dari Polsek Lhong butuh waktu lama.

Akibatnya, dua arah kenderaan yang pulang pergi banda Aceh ke Jaya Jaya dan Meulaboh tertahan berjam-jam. Cakradunia.co juga terjebat di sana, sekitar pukul 04.20 WIB baru lepas dan bergerak cera perlahan karena dibuka-tutup jalan dari dua arah.

Ratusan kenderaan tertahan di Gunung Kulu, Aceh Besar. Foto/cakradunia.co/Helmi Hass

Rombongan Dewan UKM Aceh yang baru kembali dari Aceh Barat ikut tertahan dipucak Gunung Kulu selama dua jam lebih, sehingga mereka yang menempuh perjalanan dari Meulaboh pukul 23.00 WIB baru tiba di Banda Aceh memasuki waktu subuh.

“Ya, kami tertahan di puncuk Gunung Kulu selama dua jam lebih, sekitar pukul 05.12 WIB kami baru tiba di Banda Aceh,”kata Ketua Dewan UKM Aceh, T Nurmiadi Boy.

Ada pemandangan aneh, mungkin akibat kelelahan, sopir dan kernet truk interkoler yang mogok itu, terlihat tertidur pulas di badan jalan di depan truknya. Pemandangan itu sempat dilihat aneh, karena ditengah hiruk pikuk kenderaan melaju mereka terlelap tanpa memperdulikan kondisi yang ada.

“Yah, lihat itu dua orang mungkin sopir dan kernet tertidur pulas di badan jalan bawah kepala truk mereka,”kata Abi Syukra anggota rombongan Dewan UKM Aceh.

Dua polisi saat mengatur lalulintas di Gunung Kulu. Foto/Abi Syukran

Lintasan jalan nasional gunung Kulu dan Paro Aceh Besar ini, sering rawan kemecetan bila ada kecelakaan atau ada pohon yang tumbang ke atas jalan. Namun, kini sudah lebih luas jalannya setelah barem badan jalan kiri-kanannya sudah diaspal dan diberi beton.[df]    

Komentar

Loading...