Rahmat Fitri: Pak Malik Raden Asupan Penambah Energi Besar Bagi Disdik Aceh

Rahmat Fitri: Pak Malik Raden Asupan Penambah Energi Besar Bagi Disdik Aceh
Kadisdik Aceh, Drs Rahmat Fitri HD, MPA (kanan) sedang berdialog dengan mantan Kadisdik Aceh Malek Raden dalam pertemuan di ruang rapat kadis, Selasa (4/8). Ist

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Mantan Kadisdik Aceh Malik Raden melakukan pertemuan dengan jajaran dinas pendidikan Aceh di Banda Aceh, Selasa (4/8) kemarin. Kedatangannya langsung disambut Kadisdik Aceh Drs Rahmat Fitri HD, MPA dan para pejabat eselon III.

Kadis Rahmat Fitri HD tampak sangat senang dan bersemangat menyambut kedatangan sang mentor yang telah banyak makan garam bagaimana mengembangkan pendidikan masa konflik di Aceh.

“Kehadiran sosok H.A. Malik Raden, mantan Kakanwil Pendidikan Aceh terasa sebagai asupan penambah energi yang sangat besar bagi kami di jajaran Dinas Pendidikan Aceh,” kata Rachmat Fitri HD senang bercampur bangga.

Pengalaman yang beliau miliki, tambahnya, sangat banyak, dan harus dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di Aceh dimasa mendatang.

Rachmat Fitri tidak menyia-nyiakan waktu pada kesempatan itu langsung mendiskusikan gagasan percepatan peningkatan mutu pendidikan di Aceh antara lain; melalui ikhtiar memperbaiki kualitas proses pembelajaran di sekolah.

Sang mantan Kadisdik Malik Raden dalam dalam pertemuan itu sangat senang bisa bertemu dengan sejumlah stafnya dulu dan langsung merasakan suasana seperti Pak Malek menggawani kadisdik Aceh.

Mantan Kadisdik Aceh, Malek Raden (kanan) saat memberi masukan untuk meningkatkan mutu pendidikan Aceh 

Pak Malek, begitu sapaan akrab bagi sang legenda di jajaran pendidikan Aceh itu, mengatakan kehadirannya ke dinas pendidikan sebagai wujud penghargaan dan terima kasihnya atas prakarsa Kadisdik Aceh untuk menghimpun kebersamaan para mantan kadis pendidikan Aceh bertajuk “Dinas Pendidikan Aceh Rumah Besar Kita” beberapa pekan yang lalu.

“Saya tidak dapat hadir pada kesempatan kopi morning pertama itu, karena sedang berada di luar daerah.  Namun, saya telah menyampaikan pesan rasa kebanggaan, kegembiraan  dan dukungan yang kuat atas gagasan model kerja kolaboratif dan komunikatif yang dikembangkan Pak Nanda (sebutan akrab Kadisdik Aceh Rahmat Fitri). Sebagai pembuktian,  saya berjanji untuk hadir pada hari ini,”urai Malek Raden senang. 

Oleh sebab itu, katanya, kehadirannya  hari ini menjadi bukti pemenuhan  janjinya yang tertunda pada kopi morning pertama.

“Alhamdulillah, saya merasa menjadi lebih muda 20 tahun hari ini dan berkesempatan untuk mengenang berbagai pernik-pernik pengalaman saya dalam membangun pendidikan Aceh pada masa itu,”tambah Malik Raden sambil melepaskan tawa dan senyum khasnya, sehingga suasana jadi hidup.

Dalam diskusi itu, Rahmat Fitri mengatakan dalam meningkatkan mutu pendidikan, masih banyak yang menjadi tantangan, antaranya; belum seluruh guru mempunyai kompetensi yang cukup sebagai prasyarat perbaikan proses pembelajaran. Oleh sebab itu, Disdik sedang menyiapkan skema penyiapan Guru Inti dan Super Inti yang merata untuk difungsikan sebagai pendorong pemenuhan kompetensi guru-guru dalam wadah MGMP yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.  

Sementara untuk membantu teman-teman guru di sekolah, Disdik Aceh melalui Balai Tekomdik dengan mendapat bimbingan Pusdatin Kemendikbud sedang dan terus berusaha mengembangkan teknologi pembelajaran.

“Saat ini kita telah menyiapkan aplikasi pembelajaran online yang diberi nama Sijempol (Sistim Jejaring Media Pembelajaran Online) Aceh,”kata Nanda.

Sementara untuk operasionalnnya, telah memiliki team teaching untuk 9 mata pelajaran.  Dari statistik penguna, Aplikasi ini tercatat dan  telah digunakan oleh  1.416 guru dan 10.115 siswa pada ruang kelas.

Rahmat Fitri mengharapkan kedepan Balai Tekomdik dapat terus dikembangkan agar mampu menyiapkan studio pembelajaran (online dan/atau ofline) yang dapat digunakan oleh Guru-guru (Guru Inti) terbaik kita melakukan pembelajaran yang dapat diterima manfaatnya oleh sekolah-sekolah yang telah terkoneksi jaringan internet melalui kelas Audio visual yang akan kita kembangkan.

“Terobosan ini diharapkan akan dapat mempercepat upaya memperkecil kesenjangan kompetensi guru dan fasilitas pendukung pembelajaran saat ini,” sebutnya.

Berbagai terobosan pemikiran dalam peningkatan mutu layanan pendidikan,  memang tidak dapat dipungkiri menjadi terkendala dengan adanya peristiwa pandemi Covid-19 yang sedang melanda, sehingga masa pencapaian tidak dapat diraih sesuai dengan target waktu yang kita harapkan.

Kedua tokoh tersebut, dalam diskusi yang telihat sangat akrab, memiliki pandangan yang sama bahwa yang menjadi perioritas dalam percepatan pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan melakukan peningkatan kompetensi kepemimpinan kepala sekolah.

“Dengan uji kompetensi yang cukup dan diberi kewenangan yang lebih optimal melalui konsep otonomi sekolah yang lebih luas, maka setiap kepala sekolah akan mampu mengembangkan kreativitas yang lebih baik, sehingga kinerja sekolah dalam mewujutkan fungsi dan tujuan pendidikan dapat lebih optimal,”tutup Nanda.(re)

Komentar

Loading...