Rachmat Fitri, Kesibukan Tak Halanginya Bersilaturrahmi

Rachmat Fitri, Kesibukan Tak Halanginya Bersilaturrahmi
Rachmat Fitri sedang berdialog dengan Pimpinan Pesantren Serambi Aceh, Abu H Mahmuddin Usman, Rabu (6/11/19). Foto/cakradunia.co/Helmi Hass

MENJADI pejabat publik terkadang sangat sibuk dan sering hubungan silaturrahmi ‘terputus’ karena jarak dan waktu.

Namun, image negatif itu ditepis oleh Drs Rachmat Fitri MD, MPA yang dua bulan lalu ditunjuk oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sebagai Kadis Pendidikan Aceh.

Buktinya, Rabu siang kemarin (6/11/2019), sang kadis yang sangat padat kegiatan dari rapat ke rapat dan membereskan surat-surat kedinasan masih sempat meluangkan waktu memuliakan tamu yang datang jauh ingin bertemu dengannya.

Ketika sedang dalam mobil hendak bergerak dari kantornya di Jalan Tgk Daud Beureueh, Kuta Alam Banda Aceh, seorang sahabat  yang ingin bersilaturrahmi muncul di halaman kantornya. Mobil yang ingin bergerak itu lalu berhenti dan segera mengajak sahabat itu naik ke mobil dinasnya.

Teman lama itu sempat terhenti langkahnya, karena belum tahu mau kemana dan apa programnya. Namun, dia manut saja memenuhi permintaan sang kadis naik dan duduk di sebelah kanannya di belakang sopir.

Dalam perjalanan melintasi jalan protokol memutar di bundaran Simpang Lima, baru tahu informasinya, karena sang kadis minta sopirnya menuju ke rumah makan yang ada di pinggir kota. Disana, selain enak menunya juga suasana adem karena tidak ramai pengunjungnya.

Sekitar 14 menit perjalanan, mobil memasuki rumah makan berlantai dua yang rimbun. Di sana, sudah ditunggu oleh pimpinan pesantren Serambi Aceh, Gampong Meunasah Rayeuk, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Abu H Mahmuddin Usman bersama sejumlah muridnya yang baru tiba dari Meulaboh.

Sang kadis langsung memberi salam takzim sambil menempelkan pipi kiri-kanan kepada sang guru. Sepertinya, mereka sudah lama tak bertemu, karena sejak jadi pejabat dan bertugas di Banda Aceh, Rachmat Fitri terus diburu tugas dari waktu ke waktu, sehingga silaturrahmi dengan abu-abu dan petua kampung halamannya serta dengan sebagian sahabatnya selama ini sepertinya terputus.

Karena waktu terbatas, sambil makan Abu Mahmuddin Usman dan Rachmat Fitri yang ditemani Sekretarisnya Teuku Nara Setia saling berbagi cerita, bagaimana perjalanannya selama mengemban tugas menjadi Kadis Pendidikan Aceh.

Rachmat Fitri tak pernah terbayangkan akan menjabat sebagai Kadis Pendidikan Aceh, karena menjelang pelantikan dia belum menerima undangan. Ketika ditelepon oleh protokoler, dia sedang bersama Plt Gubernur Aceh di restoran pendopo menemani makan siang bersama Wapres Yusuf Kalla dan siap-siap mengantarnya ke Bandara SIM, Blang Bintang untuk kembali ke Jakarta.

Rachmat Fitri diruang kerjanya 

Usai menerima telepon, Rachmat Fitri masih bingung. Apa hanya diundang untuk menghadiri acara pelantikan atau untuk dilantik, karena selama bersama Pak Nova, dia tidak pernah mendapat informasi apapun tentang mutasi.  

Setelah mengantar wapres, agak terlambat sampai ke tempat acara dan tak sempat ikut gladi bersih. Ketika hendak berdiri dijejer untuk dilantik, Nanda, begitu nama akrabnya sehari-hari, yang masih memangku jabatan Staf Ahli Gubernur waktu itu, bingung, karena disebelah kanan-kirinya ada teman-teman pejabat eselon II yang juga akan dilantik.

Dalam hatinya terpikir ‘saya mau dilantik sebagai apa ya’. Semua yang akan dilantik sama-sama tidak tahu posisinya di mana.

Nanda, orangnya santai, suasana itu dibawa enjoy saja.  Namun, ketika disebut namanya dilantik sebagai Kadis Pendidikan Aceh menggantikan Syaridin, dia terkejut.

“Saya sempat tersentak, karena belum berpengalaman di dunia pendidikan,”katanya singkat.

Karena amanah, tugas itu dipikulnya dengan kuat dan serius. Sejak hari itu, Rachmat Fitri bersama Sekretarisnya, Teuku Nara Setia dan stafnya berkomitmen membangun pendidikan Aceh tanpa tedeng aling,  lurus dan penuh tanggungjawab.

Mulai detik itu, alumni APDN ini terus bergerak dan membuat komitmen dengan Sekda Aceh, Taqwallah bahwa bila dalam enam bulan gagal, dia siap dicopot dari jabatannya.

Komitmen itu dibuat bersama seluruh staf Dinas Pendidikan Aceh untuk merubah pola kerja menjadi pelayan pendidikan dan dilayani dengan terbuka. Bila, kedapatan macam-macam, sekali dua kali masih dibina. Namun, ketiga kalinya langsung diberi sanksi maksimal tanpa ampun.

Ketika turun ke daerah menemani Sekda Taqwallah, mantan Wakil Bupati Aceh Barat ini seperti mendapat spirit luar biasa untuk mengikuti irama kerja Taqwallah tanpa mengenal lelah siang dan malam hari.

Rachmat Fitri saat menyerahkan hadiah kepada pelajar berprestasi

Untuk menyerahkan SK kenaikan pangkat dan pensiun, Rachmat Fitri bersama Sekda Taqwallah bergerak terus menerus dari satu kebupaten ke kabupaten lain tanpa henti. Waktu istirahat dilakukan dalam mobil dinas ketika bergeser dari satu tempat ke tempat lain, karena keesokkan harinya, mereka harus tiba di tempat acara tepat waktu sebagaimana yang telah diagendakan.

“Meski menempuh jarak dan waktu lama berjam-jam, alhamdulillah sehat dan tepat waktu kami bisa hadir ditempat acara. Spiritnya luar biasa, ini semua karena tuntunan Allah SWT,”tutur Alumni SMAN 2 Meulaboh, Aceh Barat ini bersyukur.

Abu H Mahmuddin Usman mendengar cerita muridnya itu dengan seksama, tersenyum lebar sambil mengingatkan, agar Rachmat Fitri selalu amanah dalam menjalankan tugas-tugas negara sampai programnya bisa terwujud dengan baik. Petuah itu, diaminkan Nanda sambil memohon agar dia diberi kekuatan untuk membangun pendidikan Aceh selama diberikan kepercayaan.

“Kami tak bisa memberi apa-apa nak, hanya mampu berdoa kepada Allah SWT agar Rachmat Fitri diberi kekuatan dan selalu sehat serta sukses dalam menjalankan amanah yang telah dipercayakan untuk mu,”kata Abu.

Waktu terus beranjak menjelang sore, Abu Mahmuddin yang khusus datang ingin bersilaturrahmi dengan Rachmat Fitri pamit kembali ke Meulaboh untuk melanjutkan tugas membina generasi muda di pantai barat Aceh. Sebelum berpisah di halaman warung itu, mereka melakukan sesi foto bersama.

Setelah bubar, dalam perjalanan ke kantor, Rachmat Fitri mulai membuka kembali handphone dan WhatsApp (WA)-nya yang sempat di-silent-kan selama rapat-rapat dan menerima tamu. Satu-satu dia telepon kembali dan meminta maaf, karena ketika dihubungi dirinya tadi sedang memimpin rapat.

Dalam perjalanan yang menelan waktu hampir 15 menit itu, sekitar 10 nomor hp yang diteleponnya. Ada yang terhubungi dan ada juga tidak. Baginya, tamu yang datang ke kantor belum bertemu dan telepon serta WA yang belum terbalas, perlu dijawab di waktu luang atau jam istirahat.

Rachmat Fitri Bersama istri

Dengan hati terbuka dia langsung minta maaf karena kesibukannya menyelesaikan tugas-tugas, sehingga tak bisa mengangkat telepon atau membalas pesan-pesan di-WA-nya.

Bagi Rachmat Fitri, silaturrahmi itu penting. Kini, hanya tinggal bagaimana mengaturnya menjadi sebuah keberkahan di dunia dan akhirat.

Selamat bertugas Pak Kadis, semoga dunia pendidikan Aceh semakin baik bagi masa depan anak-anak Serambi Mekkah yang tumbuh di era pendidikan 4.0.  Semoga!

Helmi Hass

Komentar

Loading...