Puisi-puisi Syamsul bahri

Puisi-puisi Syamsul bahri
Syamsul bahri

SILSILAH LUKA
Syamsul bahri:

Kesedihan mengintipku dari balik jendela
Seperti seringai serigala yang siap menerka
Kaulah raungan itu
Merapal doa silsilah luka
dari derai sampai melerai segala duka

kecupan terakhirmu seperti api
selalu menyala meski dibabat sepi
mencoba pulih dari catatan pilu
merapal doa silsilah duka
meneguk asa
ribang dikala purna
mengetuk-ngetuk pintu kesdihan

malam ini, lamunan air berakhir
mengalir hingga ke hilir
berhenti pada pertemuan terkabulkan
menjemput air mata
selepas kedipan bintang
nyalang terjaga
menutup seribu pintu di segala pinta

(2020)


CARPE DIEM:
Memetik Jarak
Syamsul bahri:

Tuhan berkata lain tentang kau aku mengubur cahaya masing-masing
Menanak rindu yang ranum di atas tanah tak bernafas
Aku terlahir sebagai orang yang terakhir melihatmu
Menggurat segala isyarat
Menjerat segala yang taat
Aku melihat kabut berbayang-bayang asa
Berharap bisa memeluknya seperti biasa
tak ada yang kupetik disini
selain rintik-rintik kesedihan
yang tak berkesudahan

Aku pulih
dari kenang
dan
kau pilih
jadi kunang

(2020)

LACI-LACI MASA LALU
Syamsul bahri:

1/
Untuk ia yang sudah fana. Dikala semua terlelap dalam laci-laci berisikan air mata yang berserakan; merana. Tak ada niat sederhana tuk kembali berpendar. Yang bisa saja kau lupa dengan segala; bencana, sebab langkahku amatlah lambat dan lidahku kelu tak sampai keluar ludah.
2/
Untuk ia yang belum kekal. Yang baru saja berganti sisik; adalah rencana belaka. Aku akan menyimpan segala apimu secara diam-diam. Kubuat kasar daun wajahnya. Agar semua tahu seluruh manusia telah kau buat tersayat-sayat.
3/
Untuk saat ini yang telah lahir kata-kata. Sudah terjalin tanpa dirasa. Terasa janggal bila tak jemawa membawa aba-aba dan lekas menjadi abu-abu. Semoga kau bunga. Terikat dari tali rindu dan riuhnya kekosongan pagi yang tak bisa kuterima beberapa senja yang lalu-lalu – Panjang umur untuk hal yang terbaik untukmu.

(2020).

Syamsul bahri, lahir di Subang 12 Juli 1995.  Sajak-sajaknya pernah tersiar di berbegai platform media luring dan daring. Salah satu puisinya termuat dalam antologi bersama, antara lain: Carpe diem (Penerbit Halaman Indonesia).

Komentar

Loading...