Puisi-Puisi Riska Widiana

Puisi-Puisi Riska Widiana
Riska Widiana

MAAFKAN AKU TUHAN
Riska Widiana

Berkali-kali aku melabuhkan hati pada lautan itu
Berkali-kali pula Tuhan pecahkan tubuhku
Habis dibawa arus ketiadaan hingga tak tersisa
Sering kali ada yang singgah merapat
Seringkali pula Tuhan jauhkan dari bibir dermagaku
Lewat ombak yang diciptankan-Nya

Aku tau
Tuhan tak ingin aku terluka
Menelan duri-duri  
Serta melukai tubuh dan berdarah
Tuhan juga tidak  ingin aku berpaling
Sebab cinta yang sia-sia

Namun sekali lagi
Maafkan aku tuhan
Hari  ini
Aku kembali mencintai
Kepada sebuah hati
Yang telah lama berbaris dari puluhan hati lainnya
Dari ratusan hari
Setelah berkali-kali
Aku dipatahkan

Riau, 2021

TENTANG KOTA INI
Riska Widiana

Di kota ini
Keterasingan menciptakan wadah singgah
Bagi tubuh yang lama meninggalkan kenangan
Dari kampung suram yang  ia tinggalkan

Menapaki kota 
Memintal harapan pada setiap maha baik-Nya di sini
Barangkali ada sebuah rumah
Tempat berteduh
Bagi tubuh  yang gersang

Barangkali pula 
Di kota ini
Akan ada hujan yang menumbuhkan mimpi
Menyuburkan dada yang kering
Mencari kasih Tuhan yang dirindukan
Dari hiruk pikuk dunia 
Di keterasingan ini

Barangkali pula
Kota adalah tempat paling baik
Meskipun pada dasarnya
Orang-orang berlari meninggalkan keramaian
Mencari tempat sunyi
Di pemukiman kecil 

Berbeda dariku
Yang meninggalkan kesunyian dalam tubuh
Mencari keramaian di kota ini
Sebab hati  telah lama hening
Semenjak menjauh meninggalkan keramaian
Dari jangkauan pandangan  Tuhan

Riau, 2021

Riska Widiana, Kabupaten Indra Girihilir, Riau, hari-hari sebagai mengajar dan sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Daarul Rahman Inhil Riau.  Penyair kelahiran 25 November 1997 ini  telah menerbitkan antologi tunggal yang Dalam Kata Aku Mencipta dan antologi beraama Analekta Rasa serta  sebuah novel solo berjudul Singgasana Cahaya. Karyanya termuat di Bmr fox, tirastimes.  Kini bergabung dalam komunitas kepenulisan (KEPUL) kelas puisi alit.

Komentar

Loading...