Puisi-Puisi Reni Asih Widiyastuti

Puisi-Puisi Reni Asih Widiyastuti
Reni Asih Widiyastuti

KERETA KEMATIAN 
Reni Asih Widiyastuti

Mata menjelajah keburukan
Mulut terus menerus berdusta

Tangan sibuk memanipulasi 
Kaki gemar bertandang, melesak di barang haram

Tapi kita jangan kelewat santai
Mengumbar napas seenaknya

Padahal, kehidupan ini hanyalah menunggu
Duduk di peron, menanti kereta kematian

Semarang, 1 Februari 2021

RUMAH SUNYI
Reni Asih Widiyastuti

Rumah berpenghuni
Dengan cagak begitu tinggi

Belantara ruang dibungkus keheningan
Lampu tergantung menyala-nyala

Di antara itu terdapat hati yang resah
Sebab matanya telah buta

Bergumul pada gelimang harta
Sementara mulut malas

Enggan mendendang tilawah
Menggunungkan kesunyian

Semarang, 1 Februari 2021

Reni Asih Widiyastuti,  lahir di Semarang, 17 Oktober 1990. Penyuka tulisan sejak tahun 2005 hingga sekarang. Karya-karya alumnus SMK Muhammadiyah 1 Semarang ini telah dimuat di berbagai media, seperti: Kompas Klasika, Padang Ekspres, Solopos, Minggu Pagi, Kedaulatan Rakyat, Harian Merapi, Kabar Madura, Harian Singgalang, Harian Analisa, Bali Post, Radar Cirebon, Radar Mojokerto, Radar Bromo, Magrib.id, ceritanet.com dan cerano.id. Salah satu buku tunggalnya telah terbit, yaitu Pagi untuk Sam (Stiletto Indie Book, Juni 2019). Telah mengikuti Kelas Menulis Cerpen Online (KMCO) dan Kelas Menulis Puisi Online WR Academy.

Komentar

Loading...