Breaking News

Puisi-Puisi Ibnu Wahyudi

Puisi-Puisi Ibnu Wahyudi
Ibnu Wahyudi

Sewaktu Rindu (1)
Ibnu Wahyudi:

sewaktu rindu
ruap pagi bagai biru
membangun ruang imaji
mencecap senyum hangat
sekaligus jarak mencekat

hanya wajah tak alami
melayar sepanjang pesan
tanpa ada yang bersentuhan
kian mengekalkan hampa
meski dipoles banyak rasa

29 Mei 2020.

Sewaktu Rindu (2)
Ibnu Wahyudi:

sewaktu rindu
drama di masa lalu
melintas tiba-tiba
lantas mengharu-biru

tentu ada pula rasa haru
yang pada saat bersama
hampir tak kita hirau
sebab kita sama terpukau

residunya bernama rindu
menyayat hari-hari sunyi
yang menuntut setia
dalam aura tanpa ceria

29 Mei 2020

Ibnu Wahyudi, kelahiran Boyolali, 24 Juni 1958,adalah pengajar tetap di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Tahun 1997—2000 ia menjadi pengajar tamu di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul. Selain mengajar di UI, ia juga menjadi pengajar tamu di Prasetiya Mulya Business School, di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), serta di Singapore University of Social Sciences (2011-sekarang).

Pendidikan sarjana dan pascasarjananya ditempuh di Universitas Indonesia dan di Monash University, Melbourne, Australia. Beberapa buku fiksi sudah ia publikasikan, antara lain adalah Masih Bersama Musim (puisi, 2005), Haikuku (puisi, 2009), Ketika Cinta (puisi, 2009), Nama yang Mendera (prosa, 2010), Perjalanan Tubuh (puisi, 2013), Haikuya (puisi, 2013), Sihir Syair (puisi, 2013), Gumam Gurindam (puisi, 2013), Pantun Ramadan (puisi, 2013), Kesetiaan yang Ia Titipkan (prosa, 2013), 100 Hari Puisi (puisi, 2016), Setengah Perjalanan (puisi, 2016), Dari Negeri Ironi (puisi, 2016), Kata Mata (puisi, 2017), Jejak Jarak (puisi, 2017), Dalam Pesona Sijo (puisi, 2017),  Gurindam Kekinian (puisi, 2017), dan Musyafir Syair (puisi, 2017).

Buku-buku sastra atau kajian sastra yang pernah disusun atau disuntingnya antara lain adalah Lembar-lembar Sajak Lama (1982), Pahlawan dan Kucing (1984), Konstelasi Sastra (1990), Erotisme dalam Sastra (1994), Menyoal Sastra Marginal (2004), Toilet Lantai 13 (2008), dan Ode Kebangkitan (2008).

Sejak awal 1980-an sudah menulis di sejumlah media massa cetak seperti Kompas, Media Indonesia, Suara Karya, Pelita, Jurnal Nasional, Jurnal Puisi, Republika, Tempo, dan Suara Merdeka, serta di sejumlah majalah atau jurnal nasional maupun internasional, seperti The Malay World dan International Area Review.

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...