Puisi-Puisi De Eka Putrakha

Puisi-Puisi De Eka Putrakha
De Eka Putrakha

BERDIAM KATA
De Eka Putrakha

Adakalanya diamku bukan diam
Sebab yang kutakutkan
Adakalanya kataku bukan kata

Telah kudiamkan sejenak kata
Menimbang dan merasa
Ingin bebas dalam keterbatasan
Tak ingin lepas dalam batasan

Kata-kata telah memerdekakanku dengan rasa
Menghimpun satu demi satu asa
Menerbangkan jauh ke angkasa
Melayari bahtera tak terhingga

Jauh di seberang sana
Terhimpun kata dalam doa-doa
Membubung bebas, menghantarkan segala pinta.

Bandung, 30.08.19


BACALAH
De Eka Putrakha

perkenalkanlah kata-kataku
terlahir dari diam
    walaupun bukan emas
    walaupun bukan seribu bahasa

ia hanya kumpulan kata
tahukah bagaimana ia ada?

sebab karena dirimu
rasa telah menjelma kata
    bacalah.

Bandung, Desember 2019


KEGELISAHAN
De Eka Putrakha

Setelah pertemuan ada perpisahan
Namun aku terlalu memikirkan
Setelah perpisahan takkan ada lagi pertemuan

Lagi-lagi kubawa lari kegelisahan
Membawa serta cerita silam
kisah yang teramat pahit
Dalam diam diriku menjerit

Aku telah menguatkan hati berkali-kali
Meneguhkan langkah amat payah
Aku mencecahkan pijakan
Mengiringi doa-doa yang terbiar

Menjelang keribaan Ilahi
Jika langkah terhenti
Keinginan sebuah pertemuan
Yang takkan mengenal kata pisah

Bandung, 30 Agustus 2019.

De Eka Putrakha, berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Tulisannya dimuat lebih dari 100 judul buku antologi serta di berbagai media cetak: Harian BMR Fox, Rakyat Sumbar, Singgalang, Medan Pos, Tanjungpinang Pos, Bangka Pos, Kaltim Post, Radar Cirebon, Tribun Jateng, Analisa, Sinar Indonesia Baru, Rakyat Sultra, Bhirawa, Lampung News, Jurnal Pemuisi Malaysia, Akhbar WilayahKu Malaysia dan media online. Buku tunggalnya antara lain; Hikayat Sendiri (2018) dan Perayaan Kata-Kata (2019). Terpilih sebagai Pemenang 10 Resensi Terbaik "Resensi Buku Peringkat ASEAN 2020" anjuran Persatuan Penyair Malaysia.

Komentar

Loading...