Puisi-Puisi Covid19 Tanda Setiya

Puisi-Puisi Covid19 Tanda Setiya
Tanda Setiya

MASIHKAH
Tanda Setiya:

Masihkah mata ini sanggup mengatup
Saat satu per satu jiwa di diraup

Masihkah lisan ini mampu berujar
Saat ribuan jasad terkapar

Masihkah telinga ini tersumbat
Saat raungan kesakitan bersautan merambat

Masihkah tangan ini tetap mengepal
Saat tubuh tubuh kering dan dempal itu berjatuhan terjungkal

Masihkah hidung ini mampat
Saat bau mayat menyembur dari liang lahat

Masihkah lidah ini bisa mengecap rasa
Saat para bakul bakul itu tertutup asa

Masihkah kaki ini bisa melangkah
Saat pintu dan pagar rumah di bentang galah

Masihkah hati ini berhenti berharap
Saat semua sudah tak kuasa, selain kekuasaanMu ya Rabb

Tangerang, Maret 2020


PANIK
Tanda Setiya:

Jaga jarak jangan berarak
Bukan ku tak akrab
Namun demi cintaku
Cinta kita bersama
Gempitanya rasamu
Ingin segera memelukku
Namun semua terjaga
Oleh setitik benda
Yang sedang merona
Ronanya kian mengembang
Membelah dan meloncat tak beraturan
Tak mengenal siapa
Dia kan bersegera
Karna hidup tak terlalu lama
Kau sesungguhnya tak seberapa
Merambat, meloncat melayang berhamburan
Bagai ditebar dari peraduan
Untuk panik mengisi waktu
Yang tersisa dalam bilangan masa
Kemudian kembali damai
Bersama alam
Kembali dalam keseimbangan

Tangerang, 21 Maret 2020

Tanda Setiya, Lahir Kediri 16 Mei 1970. Lahir dari keluarga bakul sederhana di perdesaan. Menapati jenjang sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas plat merah di Kediri. Selanjutnya mengembara memburu ilmu di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), dan akhirnya menyelesaikan Pascasarjana di Universitas Indonesia bidang Ekonomi dan Kebijakan Publik. Sejak Kuliah mulai berbaur dengan dunia sastra mulai dari teater, puisi, tari dan sejenisnya. 

Berkarir di Kementerian Keuangan dan nyambi berseni di sisa sisa waktunya sembari menulis puisi. Buku kumpulan Puisi Kekasih Gelap dan Tirai Hati telah di lahirkan dan sejumlah puisi terus di torehkan dalam media sosial sebagai ungkapan rasa jiwanya.

Saat ini mengabdi sebagai Dosen di PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN).

Membina anak-anak Aksara, Elemant Kampus yang bergelut dibidang sastra tulis yang telah melahirkan kumpulan pusis Lingkar Kehidupan. Bergabung dalam Komunitas Sastra Kementerian Keuangan dan beberapa organisasi sastra sejenis.

Penyuka puisi klasik ini tinggal di Tangerang bersama istri  tercinta dan 5 buah hati menjadi penyejuk mata.[]

Komentar

Loading...