Puisi-Puisi Covid-19: Weinata Sairin

Puisi-Puisi Covid-19: Weinata Sairin
Weinata Sairin

PAGI PUTIH YANG MEMUTIH
Weinata Sairin:

Pagi putih bagai kristal
turun dari langit putih
pagi jernih semerbak
mewangi mekar di ruang sejarah
pagi penuh makna melimpahkan
harapan signifikan dan berkat baru
pagi ceria menghadirkan
hidup ceria dan keakanan ceria

Tuhan tiada henti menenun pagi
bagi manusia fana
manusia memiliki ruang
untuk merajut karya terbaik
di tengah dunia yang dinamik
manusia ciptaan Allah termulia
terpanggil terus untuk membangun
kehidupan berkeadaban
yang saling mengasihi tanpa
mempertimbangkan sara
yang menggunakan kuasa dan jabatan
bagi kemaslahatan rakyat
dan tidak terpenjara pada
sektarianisme, primordialisme
yang mengancam hidup berkeadaban,

sambut pagi cerah dengan doa dan syukur
mari terus wujudkan hidup sehat
bersih agar virus corona tak menyentuh tubuh
mari bergandeng tangan membantu pemerintah
mengatasi Corona, mengatasi roh intoleransi
mengatasi hoax yang di desain
untuk merusak bangunan NKRI...

Jakarta, 6 Maret 2020)

BEJANA KEHIDUPAN
Weinata Sairin:

Tuhan,
bersama semilir angin pagi hari
yang dingin menusuk,
kusebut namaMu dalam sendu

Tuhan
bersama pagi yang mekar
berbinar di ruangruang sejarah
kuucap namaMu dalam duka
bersama hati yang risau galau
cemas gemasku eja namaMu
dalam nafas terengah

Tuhanku,
Corona masih terus membabibuta
merampas hidup kami
ia benar-benar seakan begitu bebas
meluluhlantakkan tatanan hidup kami
taringkukunya yang tajam
tak pandang sara, eselon, fraksi, jabatan
siapa saja ia dekati
beberapa dokter di garda depan direnggutnya
birokrat, aktivis gereja, dan berbagai kelompok masyarakat

Tuhan,
kami risau, galau, cemas lemas, derita tiada ujung
kami lelah nyaris pasrah menyerah
kami panik, airmata menitik

Tuhan, kasihani kami
jangan ingat-ingat dosa kami
barui dan lahirkanlah kami
taruh roh yang baru pada hati kami
agar kami hidup dalam kuasa firmanMu

selamatkan dan bebaskan kami
dari Corona yang membuat kami merana
dan hidup dalam penjara ketakutan

ampuni kami Tuhan,
sambut kami dalam kasihMu
yang berlimpahruah memenuhi bejana
kehidupan kami.
Terimakasih ya Tuhan
Penebusku yang hidup!

Jakarta, 7 April 2020

Weinata Sairin, lahir di Jakarta, 23 Agustus 1948 pernah menjadi anggota Dewan Film Nasional, 1991-1993; 1993-1995, anggota Badan Pertimbangan Perfilman Nasional, 1995-1997, anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional, 1998-2003, anggota Penyantun Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, 1998-2003. Telah mempublikasikan lebih dari 50 judul buku hasil karyanya.

Baca juga : Puisi-Puisi Covid19 Amri M Ali

Komentar

Loading...