Puisi-Puisi Covid-19 Ulis Zuska

Puisi-Puisi Covid-19 Ulis Zuska
Ulis Zuska yang memiliki nama lengkap Arjuliska

Lirih Hati
Ulis Zuska:

Lagi lagi hanya doa
Yang bisa kukirimkan untukmu,
Menggantikan diri ini untuk mengurusi saudara saudaraku yang kini tertidur lemah
Doa ini untuk mendampingimu
Memberi kekuatan untukmu
Agar tetap berpegang dalam iman islam
Dan cinta yang dalam pada pengabdian
Meski separuh tubuhmu tertinggal di rumah

Aku menangis namun terselip bangga dan bahagia atas keberadaanmu
Melihat dedikasimu
Merasakan keikhlasanmu
Aku tau kau juga menangis ketika saudaramu
Harus pergi menghadap yang kuasa
Bersama corona yang merajalela
Sementara kau telah berusaha

Bukan dosamu
Tapi inilah janji
Janjimu janjiku janji kita
Pada saat ruh kita ditiupnya

Duhai pahlawan digarda terdepan
Aku sanjungkan namamu dengan para mujahid tangguh di medan perang
Siapapun dirimu
Kiranya pahala tertinggilah hadiah untukmu

Untuk para dokter, perawat, sopir ambulance, pekerja kebersihan rumah sakit, pekerja lab,
Terimakasihku untukmu

Depok, 26 maret 2020

Aku Abai
Ulis Zuska:

Ketika dulu guru mengajariku untuk selalu menjaga wudhuku
Ia selalu menanyaiku
Masih terjaga wudhumu?
Agak enggan menjawab
Karena dalam hati
Untuk apa? Aku telah sholat

Sekian lamanya waktu berlalu
Usia semakin banyak hitungannya
Mulai mendekat pada kumpulan penuntut ilmu
Mulai mendapat rasa tenang saat berada di komunitas itu
Mulai hati hampa ketika harus menahan diri untuk tak menghadiri pertemuan itu

Ketika corona merajai berita dunia
Corona juga membuat lumpuh banyak manusia
Corona nama yang cantik namun berperangai durjana

Aku terbuka mata
Ketika semua kalangan merasa perlu memberi tahu
Bersih dirilah
Sesering mungkin bersih bersihkan anggota tubuhmu, mulutmu matamu, tangan dan kakimu.
Aku bagai terjaga dari tidur, inilah makna wudhu itu guruku, bisikku

Memang bukan wudhu yang menyembuhkamu
Tetap dia yang maha penyembuh
Tapi itulah cara
Itulah ikhtiar

Dan ketika DIA ridho atas usahamu
Kau akan menjadi bagian dari keselamatan

Istana AY 3
Duapuluh enam maret duaribu duapuluh

Ulis Zuska, adalah nama pena Arjuliska, lahir di takengon 10 juli 1965 dari seorang ayah berdarah minang dan ibu berdarah gayo.

Darah seni mengalir dari ayah Saifoeddin Kadir yang akrab disapa Zuska, yang menjadi guru deklamasi sejak taman kanak kanak hingga dewasa. Kerap mengikuti lomba puisi dan menulis puisi.

Ulis Zuska kini berdomisili di depok Jawa Barat, tinggal bersama suami Suryadi Syamsul Bahri dan seorang putri tunggal Oyashi Otiara Suryadi.

Masih terus menulis hingga kini, alumni fakultas hukum Unysiah ini, telah membukukan puisinya dengan tajuk "Aksara Arjuliska"

Ikut menyumbang pusi bersama penyair perempuan aceh dalam bu ku berjudul "LAMPION", antologi puisi " Secangkir Kopi"

Puisi berjudul "Tuan" pada tahun 2017 dijadikan CD Gift pada acara peringatan 2 tahun MOU Helsinky di Banda Aceh.

Baca juga: Puisi-Puisi Covid19 D. Kemalawati

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Rita Jassin

Baca juga: Puisi-Puisi Covid19 Amri M Ali

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Fanny J Poyk

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Arif W

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Fatin Hamama

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Herni Fauziah

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Mezra E. Pellondou

Komentar

Loading...