Puisi-Puisi Covid-19 Petrus Nandi

Puisi-Puisi Covid-19 Petrus Nandi
Petrus Nandi

SURAT DARI RUMAH SAKIT
Petrus Nandi:

Ada yang hendak kuutarakan padamu saat ini
Bahwa kau dan aku
Bagai dua mata pulau yang tak berkedip
Tak dapat beradu pandang
Sebab demi melangkaui kesendirian ini aku tak mampu

Sayang, betapa kuingin mengecup bibirmu yang ranum
Seperti yang pernah kugiati dengan manja
Di atas ranjang kita
Tapi, apalah daya
Tuk melisankan niatku saja
Aku tak dapat
Lagipula aku tak mau maut ini menderamu
Cukup aku sendiri yang marasakan
Sunyi yang menusuk jantung ruangan ini.

Sayang, betapa aku ingin mengelus
Wajahmu yang berlumuran rupa-rupa keresahan
Tapi, apalah daya
Mengangkat tangan tuk menggapaimu
Aku tak sampai
Lagipula, dalam masa pelik ini
Adalah haram bila tubuh kita saling menyapa
Dan aku terlanjur terasing di rumah keramat.

Sayang, sebenarnya aku ingin sekali
Menyanyikan lagu Nina Bobo untuk buah hati kita
Seperti suaraku pernah dengan merdu
Mengiringi matanya menuju lelap setiap malam
Tapi, kata dokter
Malam ini aku tak dapat melawati kalian
Lagipula aku mau darahku tak berhenti mengalir
Dalam tubuhnya
Lagipula, aku tak ingin membawa maut untuknya
Bila aku memaksakan niatku ini.

Sayang, aku mau engkau tenang bersama dia
Menjaganya dan tak membiarkan ia terluka
Membawanya damai
Sepanjang engkau memandangnya

Sayang, aku tidak keberatan
Bila pada hari mereka mengusung
Tubuhku yang kaku menuju alam yang kekal
Engkau dan dirinya tak berada di sana
Aku bakal menjadi sangat tenteram
Bila kau tak merintih pilu di samping nisanku

Ketahuilah sayangku, aku menulis surat ini
Saat aku merasa yakin
Bahwa aku benar-benar akan pergi
Meninggalkan kalian
Selamanya.
Selamat tinggal, kurangkai wajah kalian
Di keabadian doa.

Puncak Scalabrini, April 2020.


USIA
Petrus Nandi:
: untuk P.J.

/1/
Usiamu usai
Usai usiamu

/2/
Asamu usai
Usai asamu

/3/
Usia asamu usai
Usai usia asamu

/4/
Asa usiamu usai
Usai asa usiamu

/5/
Usiamu
Asamu
U s a i.

Puncak Scalabrini, Mei 2020.

Petrus Nandi, mahasiswa STK Ledalero, Maumere - Flores. Aktif menulis puisi, cerpen dan opini di berbagai media cetak dan online. Puisinya pernah terbit dalam beberapa buku antologi puisi. Saat ini bergiat di komunitas sastra Djarum Scalabrini, sebuah kelompok diskusi sastra yang digagasnya bersama teman-teman di Scalabrinian Maumere.

iklan sesama guru mari berbagi

Komentar

Loading...